1050 Kamar Hotel Bakal Dibangun di Perbatasan Purworejo-Kulonprogo

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Otorita Borobudur (BOB) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017, telah selesai membuat Masterplan sebagai rancangan kawasan pariwisata Zona Otorita seluas 309 hektar bernama Borobudur Highland yang terletak dibukit menoreh Wilayah Purworejo. Beberapa rencana menarik disusun dengan lima zona yakni Zona Gerbang Masuk (the gate), Zona Ressort Eksklusif (exclusive ressort), Zona Wisata Petualangan (adventure tourism), Zona Wisata Budaya (cultural tourism), dan Zona Ekstrim (extreme tourism).

Direktur Utama BOB, Indah Juanita mengatakan lokasi 309 hektare itu berada di wilayah Purworejo yang berbatasan dengan Kulonprogo dan Magelang. Pihaknya berupaya melakukan sosialisasi bail kepada DIY maupun Jawa Tengah agar potensi dari Borobudur Highland bisa dimaksimalkan dan membawa nilai tambah pada pariwisata di wilayah-wilayah tersebut.

“Untuk memberikan gambaran seperti apa konsep kawasan tersebut maka diadakan sosialisasi kepada stekholder agar mengerti dan memahami. Harapan kami, seluruh pihak bisa bersiap untuk maju bersama mengembangkan pariwisata di seputar zona Otorita,” ungkapnya pada wartawan di sela sosialisasi, Kamis (6/5/2021).

Untuk tahap pertama, BOB akan melakukan pembangunan meliputi akses jalan hingga kamar hotel yang menyesuaikan karakter di kawasan perbukitan itu. BOB menargetkan ada 1.050 kamar hotel untuk wisatawan di area yang terbilang sangat luas itu.

“Kami sudah merencanakan akan membangun kamar hotel 1.050, tentu bukan yang gedung-gedung tinggi ya, namun menyesusikan kondisi perbukitan yakni dengan sistem yang kecil-kecil itu seperti resort atau vila, atau glamping. Tentu tidak langsung juga namun imbang antara investor dan minat wisatawan,” sambung dia.

Saat ini beberapa kawasan sudah mulai ditata dengan cukup baik, yang mampu mendatangkan wisatawan terutama dari dalam negeri. Hal tersebut membuat BOB yakin potensi Borobudur Highland bisa dikembangkan dengan maksimal kedepan, dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

“Pangsa pasat wisatawan kita ini dari dalam dan luar negeri. Di masa pandemi ini, ternyata antusiasme wisatawan lokal luar biasa. Harapannya nanti ketika pandemi usai, wisatawan mancanegara sudah bisa masuk, akan ada destinasi menarik yang menemani mereka ketika mengunjungi Borobudur,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI