11 Pelaku Usaha Permebelan DIY Ditunjuk Jadi Pilot Project

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan segera mewujudkan kawasan khusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan dibangun di Pajangan Bantul seluas sekitar 6 Hektare. Kawasan khusus UMKM tersebut akan digunakan sebagai pusat produksi serta galeri produk UMKM DIY nantinya.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY Timbul Raharjo menyampaikan setidaknya 11 pelaku UMKM yang berkonsentrasi di bidang permebelan telah ditunjuk menjadi pilot project untuk menempati kawasan tersebut. Pembangunan kawasan UMKM tersebut sengaja dibuat di Pajangan bukan di kawasan Kasongan yang sudah identik dengan kerajinan gerabah atau keramik.

"Kawasan Kasongan sudah tidak ada lagi lahan yang luas dan harga lahan di sentra gerabah DIY ini sudah sangat mahal sehingga dipilihlah kawasan sentra UMKM DIY di Pajangan. Di kawasan Pajangan harga bisa lebih terjangkau lahannya," kata Timbul di Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).

Timbul mengungkapkan kawasan UMKM tersebut mirip dengan kawasan industri yang terdiri dari beberapa perusahaan swasta skala kecil dan menengah. Kawasan UMKM DIY ini diharapkan bisa membantu UMKM DIY semakin tumbuh dan berkembang pesat.

"Kehadiran Kawasan Khusus UMKM tersebut merupakan salah satu upaya Pemda DIY supaya mendongkrak kinerja perekonomian di wilaya. Sebab dengan adanya kawasan tersebut pemerintah akan memberikan berbagai keuntungan kepada pelaku usaha yang masuk dalam wilayah tersebut," jelas Kepala Badan Kerjasama dan penanaman Modal (BKPM) DIY Arief Hidayat.

Arief mengatakan kawasan tersebut akan berbasis industri kreatif  sehingga sangat menguntungkan bagi pelaku UMKM di DIY. Salah satu keuntungan yang diberikan pemerintah terhadap kawasan tersebut adalah keringanan pajak bagi pelaku usaha yang terlibat didalamnya.

"Keringanan usaha tersebut sangat menguntungkan karena dana yang dialokasikan untuk pajak bisa dialihkan untuk pengembangan perusahaan sehingga kinerja perusahaan bisa lebih maksimal lagi," tandas Arief.

Menurutnya pelaku UMKM yang membutuhkan 'cash flow' cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan perusahaannya bisa didapatkan di kawasan itu. Karena dengan adanya keringanan pajak tersebut, maka 'cash flow'-nya akan terjaga dengan baik.

"Berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki cadangan dana hingga satu atau dua tahun ke depan, jadi kawasan tersebut memang dibutuhkan guna membantu pelaku UMKM DIY naik kelas," tambah Arief. (Ira)

BERITA REKOMENDASI