11 Tahun PB Ancuku Sarat Prestasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tasyakuran ulang tahun ke-11 Persatuan Bulutangkis (PB) Ancuku Yogyakarta, Minggu (10/10/2021) di GOR Ancuku berlangsung sederhana dan penuh suasana kekeluargaan. Tasyakuran dipimpin Ketua Umum sekaligus Pembina PB Ancuku Irjen Pol (Purn) Drs Haka Astana Mantika Widya SH (beserta keluarga besar) dan seluruh anggota PB Ancuku. Doa bersama sebelum pemotongan tumpeng dipimpin Ustad Arifin.

Haka Astana menyampaikan tasyakuran 11 tahun PB Ancuku digelar secara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) lantaran saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Selain mengenang perjalanan 11 tahun kiprah PB Ancuku dalam peta perbulutangkisan DIY, tasyakuran juga sekaligus aqiqoh salah satu cucu Haka Astana, yakni Arka Ananta Melviano Reffanza bin Andy Pradana Fendiarmo.

“Nama Ancuku tidak lain singkatan anak-anak dan cucu-cucuku, jadi tasyakuran 11 tahun PB Ancuku bersmaan dengan aqiqoh salah satu cucu kami,” ujar Haka Astana.

Mengenai keberadaan PB Ancuku, Haka Hastana menyampaikan selain sebagai sarana silaturahmi sesama anggota, juga dimaksudkan untuk mendulang prestasi di cabang olahraga bulutangkis. Harapan itu setidaknya sudah berbuah, dengan diraihnya sejumlah prestasi. Di kancah bulutangkis internak kepolisian, PB Ancuku memiliki pemain-pemain andalan antara lain AKP Annas MZ SH, Iptu Deny Ismail SH, Iptu Kusnaryanto SH, Iptu Ryan Handono SH, dan Ipda Nanang. “Mereka merupakan pemain-pemain ranking atas di jajaran bulutangkis internal Polda DIY,” kata Haka Astana.

Sedangkan untuk kategori veteran, PB Ancuku memiliki pemain Supriyanto dan Widodo yang berkali-kali meraih juara di turnamen antar kampung (tarkam). Sedangkan di ranah bulutangkis antarinstansi, PB Ancuku memiliki pemain antara lain Pardianto, Hengky, Andi, Iwan, Suharno, dan Sutarno yang mewakili kantor tempat mereka bekerja. Hal yang lebih membanggakan lagi, salah satu pemain PB Ancuku (Handa) kini menjadi pelatih nasional tim bulutangkis salah satu negara di Timur Tengah. “Semua itu bisa diraih berkat latiha rutin,” ujar Haka Astana.

Disampaikan oleh Haka Astana, PB Ancuku terbuka bagi siapa saja yang berkeinginan bergabung. Saat ini anggota PB Ancuku terdiri dari anggota polisi aktif, pensiunan polisi, dan masyarakat umum. Di PB Ancuku, bermain bulutangkis ada yang sifatnya rekreatif untuk kesehatan dan kebugaran, tetapi ada juga yang untuk mengejar prestasi. Keduanya diberi ‘tempat’ untuk menjaga keseimbangan sekaligus sebagai sarana untuk merekatkan persaudaraan. “Sekali lagi PB Ancuku terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung,” tegas Haka Astana. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI