12 Kali Kebakaran Selama September di Kota Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Nur Hidayat menyebut ada lebih dari 50 kejadian kebakaran di wilayah kota Yogya pada tahun 2019. Tercatat, bulan September rekor paling banyak.

"Khususnya September ada 12 kejadian kebakaran. Termasuk kebakaran kecil dan besar," katanya kepada KRJOGJA.com saat ditemui di kantornya, Jum'at (04/10/2019).

Dari 12 kebakaran itu terjadi di Umbulharjo, Pandeyan, Gedongtengen, Notoyudan, Karangwaru, Retnogumila, Tegalrejo, Rejokusuman, Rejowinangun, Bener, Glagahsari, Cokrominoto, dan Balirejo.

Dibanding tahun sebelumnya, belum tampak terlihat adanya kenaikan ataupun penurunan angka. Mengingat saat ini baru memasuki Oktober 2019.

Pada dasarnya, lanjut Hidayat, kebakaran tidak dapat diprediksi baik waktu maupun tempatnya. Kebakaran bisa terjadi dimanapun. 12 kebakaran di bulan September banyak dipicu oleh bakaran sampah dan kompor.

"Sebenarnya masyarakat sudah tahu penyebab kebakaran. Karena bisa terjadi dari listrik, kompor, sampah, puntung rokok. Tapi kadang-kadang dari keteledorannya itu," ujarnya.

Untuk itu, upaya mengurangi resiko dari kebakaran yang tiba-tiba terjadi, Damkar Kota Yogya terus mencoba memberikan pelayanan yang prima, dan siap siaga kapanpun ketika panggilan darurat itu datang.

"Standarisasi tingakat nasional kan 15 menit. Penanganan kebakaran kalau lebih dari 15 menit api itu sudah besar. Jangan sampai kita menempuh perjalanan lebih dari waktu itu," jelasnya.

Hidayat juga mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi anggota keluarga, agar memperhatikan saluran listrik. Terlebih lagi alat elektronik carger handpone dan kipas angin jangan dibiarkan terus mencolok.

"Biasanya kebakaran itu disebabkan hampir 70 persen disebabkan oleh korslet listrik. Kemungkinan terjadi di rumah-rumah," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI