12 Ribu ASN dan Guru Kota Yogya Disuntik ‘Booster’

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kependidikan di bawah Pemerintah Kota Yogyakarta menjalani vaksinasi booster di XT Square yang dimulai, Rabu (26/1/2022). Vaksinasi dilakukan untuk memberikan perlindungan maksimal sekaligus meminimalisir dampak infeksi virus Corona Covid-19 yang juga terus mengalami mutasi.

Vaksinasi diselenggarakan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Badan Intelijen Negara (BIN) DIY, bersama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan stakeholder terkait seperti TNI-Polri. Vaksinasi diselenggarakan marathon di XT Square dengan dosis per hari antara 2.300 hingga 2.400.

Kepala BIN DIY, Brigjen Polisi Andry Wibowo, mengatakan pihaknya berkomitmen terus membantu kegiatan vaksinasi untuk memaksimalkan perlindungan pada masyarakat. Menurut dia, saat ini vaksinasi dosis ketiga menyasar ASN di Kota Yogyakarta termasuk tenaga pendidikan yang bersiap memulai pembelajaran tatap muka.

“Kami ingin melindungi warga dari virus, apalagi saat ini varian Omicron menyebar dengan begitu cepat. Di Kota Yogya kami selenggarakan di dua lokasi yakni kampus UKDW dan XT Square,” ungkapnya di sela vaksinasi.

BIN DIY menurut Andry berusaha membantu percepatan vaksinasi sesuai arahan Presiden Jokowi dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Apalagi, sekitar 130 ribu dosis vaksin Pfizer hampir mencapai waktu kadaluarsa di akhir bulan ini.

“Kami percepat, terus marathon setiap harinya. Mudah-mudahan vaksin yang sudah disediakan negara bisa bermanfaat dan berfungsi untuk melindungi masyarakat,” sambungnya.
Sementara, dr Lana Unwanah, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyampaikan saat ini vaksinasi menyasar ASN dan tenaga pendidikan di bawah kewenangan Pemkot Yogyakarta. Pemberian booster bagi mereka ditujukan untuk mempersiapkan lebih maksimal pembelajaran tatap muka 100 persen yang tak lama lagi dilaksanakan.

“Secara keseluruhan jumlahnya sekitar 12 ribu dan booster akan dilakukan selama lima hari mulai Rabu ini hingga Senin (31/1/2022) mendatang. Per hari sekitar 2.300 sampai 2.400 orang yang akan divaksin termasuk dari tenaga kependidikan sehingga harapannya pembelajaran tatap muka 100 persen bisa maksimal,” ungkap dr Lana.

Meski demikian, saat ini belum semua ASN dan guru mendapatkan vaksin booster, terutama mereka yang sedang hamil dan memiliki komorbid. “Kami masih menanti aturan lanjutan untuk rekomendasi untuk yang sedang hamil, karena sampai saat ini belum ada aturannya,” pungkas dr Lana. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI