120 Ha Lahan Pertanian di DIY Terdampak Bencana

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY telah menginventarisasi lahan pertanian yang terdampak bencana banjir dan longsor mencapai 120 Hektare di DIY. Dari luasan lahan pertanian yang terdampak bencana tersebut dinilai tidak terlalu besar sehingga skema ganti rugi akan dikoordinasikan dengan Pemkab setempat, khususnya Pemkab Bantul dan Gunungkidul.

"Kami sudah melakukan pendataan lahan pertanian di DIY yang terdampak bencana banjir dan longsor, secara umum tidak ada kerugian signifikan. Artinya banyak lahan pertanian padi yang sempat terendam air sudah surut sehingga banyak yang panen lebih awal dan tanaman muda masih bisa tumbuh lagi," papar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY Sasongko kepada KRJOGJA.com di kantornya, Senin (25/03/2019).

Sasongko menyampaikan sedangkan lahan pertanian yang terdampak dan tanamannya tidak bisa diselamatkan total seluas 120 Ha. Rinciannya seluas 60 Ha lahan padi di Gunungkidul yang terdampak longsor sehingga tanamannya tidak bisa diselamatkan dan 60 Ha lahan bawang merah di Bantul yang tanamannya rentan busuk apabila terkena air.

"Lahan bawang merah seluas 60 Ha bawang di Bantul  yang terendam banjir dan lahan padi seluas 60 Ha di Gunungkidul yang terkena longsor tidak dapat diselamatkan. Kedua lahan pertanian seluas total 120 Ha tersebut merugikan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana banjir dan longsor, sedangkan luasan lahan pertanian padi lainnya di DIY masih bisa diselamatkan dengan panen awal maupun surutnya air seperti di Kulonprogo dan Bantul " ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat sudah menggulirkan program asuransu bagi para petani, guna mengantisipasi dampak kerugian akibat bencana alam maupun gagal panen. Pihaknya sedang mendata atau menginvetarisir petani di DIY yang sudah mengikuti asuransi tersebut atau tidak untuk menindaklanjuti ganti rugi bagi petani yang lahan pertaniannya rusak akibat bencana.

"Pemerintah telah memberikan program asuransi kepada petani dengan guna menanggulangi kerugian akibat gagal panen dan sebagainya. Asuarnsi tersebut 80 persen premnya di bayar Pemerintah Pusat dan sisanya 20 persen di bayarkan petani. Petani cukup membayar premi asuransinya Rp 36.000 per Ha," tandas Sasongko.

Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY sedang memastikan petani di DIY yang terdampak bencana tersebut masuk asruansi tersebut atau tidak. Setekahnya pihaknya akan mengkomunikasikan hal tersebit kepada Pemeruntah Pusat untuk pemberian ganti rugi bagi petani terdampak bencana yang belum memiliki asuransi.

"Kita baru akan mendata dari 120 Ha lahan pertanian yang terdampak bencana di DIY itu akan ditanggung asuransi atau tidak, kita komunikasikan ke Pemerintah Pusat skema-nya jika tidak petani terdampak belum ikut asuransi. Apabila luasan lahan terdampak kecil, skema ganti rugi berupa bibit bagi petani dimungkinkan dilakukam Pemkab masing-masing," imbuh Sasongko. (Ira)

BERITA REKOMENDASI