13 Hari Malioboro Bakal Steril dari Kendaraan Bermotor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rencana uji coba manajemen rekayasa lalu lintas untuk mendukung pedestrianisasi Malioboro akan dilaksanakan serentak pukul 11.00 WIB pada 3 November 2020 sampai dengan 24.00 WIB pada 15 November 2020. Pelaksanaan uji coba tersebut dilakukan dengan memberlakukan lalu lintas Giratori Satu Arah berlawanan jarum jam pada ruas jalan Mayor Suryotomo, Mataram, Abu Bakar Ali, Pasar Kembang, Bhayangkara, Gandekan Lor, Pembela Tanah Air dan Letjen Suprapto selama 24 jam.

Plt Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan khusus Jalan Malioboro tidak dapat dilalui kendaraan bermotor dari pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB pada Selasa (03/11/2020). Kemudian tidak dapat dilalui kendaraan bermotor dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB pada 4 sampai 15 November 2020.

Malioboro tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, kecuali bus Trans Jogja, kendaraan tidak bermotor, kendaraan emergency dan kendaraan petugas yang sedang bertugas selama pelaksanaan uji coba pedestrian. “Lalu lintas kendaraan tidak bermotor yang melintas Malioboro hanya searah ke selatan tidak boleh balik ke utara, kecuali kendaraan petugas patroli bersepeda, Menghindari kerumunan, pesepeda tidak boleh berhenti dan parkir di Malioboro. Lalu lintas pejalan kaki sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, trotoar sebelah Timur searah ke Selatan dan trotoar sebelah Barat searah ke Utara,” kata Made di Komplek Kepatihan, Sabtu (31/10/2020).

Made menyampaikan lalu lintas kendaraan di sirip-sirip Malioboro seperti jalan Dagen, Sosrowijayan, Pajeksan, Suryatmajan, Perwakilan, Pabringan, Ketandan akan diatur 2 arah, tetapi tidak boleh menyeberang ke Malioboro. Selanjutnya, bongkar muat barang untuk toko-toko yang ada di sepanjang Malioboro dilakukan pukul 22.00 hingga 06.00 WIB.

Untuk bongkar muat barang PKL Malioboro baik baju dan makanan lesehan menggunakan gerobak dorong, dengan mengakses sirip-sirip Malioboro. “Bagi para penghuni Malioboro yang menggunakan sepeda motor diperbolehkan melintas dengan menuntun kendaraannya dan menunjukkan kartu penghuni yang telah dikeluarkan Pemkot Yogyakarta,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI