16 Hotel Siap Jadi Tempat Karantina Pemudik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Setidaknya 16 hotel baik bintang maupun non bintang di DIY tengah disiapkan dan masih dalam proses verifikasi lapangan sebagai tempat karantina mandiri bagi pemudik baik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina mandiri bagi pemudik tersebut berharap dapat sedikit membantu pelaku usaha perhotelan bertahan pada masa pandemi Covid-19.

“Sudah ada 16 hotel yang bersedia menjadi tempat karantina bagi pekerja atau pemudik, lebih tepatnya disediakan bagi TKI dan WNA yang datang ke DIY harus dikarantina selama lima hari. Kita masih menunggu hasil verifikasinya dari Dinkes dan belum ada yang reservasi menggunakanya sampai saat ini,” tutur Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Selasa (11/05/2021).

Deddy mengatakan pihaknya menyediakan beberapa alternatif tidak hanya melibatkan hotel bintang tetapi juga hotel non bintang di DIY sebagai tempat karantina bagi pemudik. Hal ini merupakan salah satu upaya terakhir PHRI DIY mencari oksigen alian okupansi selama libur Lebaran 2021.

“Saya belum mendapat informasi secara resmi terkait biaya karantina pemudik, pemudik atau TKI masih bayar sendiri-sendiri buaya karantinanya sementara ini. Yang ditanggung pemerintah adalah tes swab pada saat masuk dan keluar dari karantina bagi WNI dan kalau WNA semua ditanggung sendiri, informasinya baru sebatas itu,” ungkapnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini menyampaikan pengelola hotel yang menyiapkan tempat karantina mandiri bagi pemudik sudah menetapkan harga paket layanan. Harga paket pelayanan karantina mandiri selama lima hari berkisar Rp 6 juta hingga Rp 9 juta di hotel bintang dan maksimal Rp3 juta di hotel non bintang.

“Kami berharap Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 setempat memberikan pendampingan dan pelatihan mengenai teknis pelaksanaan karantina mandiri di hotel,” tandas Deddy.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota maupun pengelola akomodasi di DIY perihal penyediaan tempat karantina mandiri bagi pemudik selama libur Lebaran 2021. Pemkab/Pemkot di DIY sudah menyiapkan beberapa Posko Terpadu dan menguatkan peran Jaga Warga dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro serta pendatang harus mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) setempat.

“Sesuai arahan dari Pak Gubernur, kita diminati pengecekan hotel-hotel yang dijadikan tempat karantina mandiri baik oleh WNI maupun WNA. PHRI DIY sudah punya SOP untuk itu, kita tinggal melakukan pengecekan dan pendampingan semata. Dari awal kami tidak pernah mendikte SOP harus seperti apa, karena SOP hotel bintang dan non bintang saja berbeda tetapi yang jelas 5 M harus terlaksana,” terangnya.

Pembajun menjelaskan dari belasan hotel yang disiapkan untuk karantina mandiri di DIY tersebut ada yang disiapkan setidaknya 4 hotel bagi WNA yang berbayar mandiri nantinya, sedangkan WNI dibiayai Pemda. Pihaknya menyesuaikan kebijakan pusat terkait karantina mandiri bagi WNA kedepannya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI