2.033 Sertifikat Tanah Sultan Ground Diserahkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 2.033 sertifikat tanah Sultan Ground (SG) diserahkan kepada Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi tanah milik Kraton setelah pemberlakuan UU Keistimewaan DIY.

Kraton menargetkan sebanyak 13.944 bidang tanah Sultan Ground (SG) dapat diterbitkan sertifikat tanah hingga tahun 2021. Sejauh ini, sudah 7.919 bidang tanah sudah didaftarkan untuk diterbitkan sertipikatnya.

Dari jumlah itu, 3.766 bidang tanah sudah diterbitkan sertipikatnya. Sehingga masih ada tunggakan 4.153 bidang tanah yang belum terbit sertifikatnya. Sertifikat tanah untuk Kraton diserahkan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY kepada Penghageng Wahono Sano Kriyo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KGPH Hadiwinoto.

”Sertifikasi SG sinergi Dispertaru dan BPN menggunakan dana Keistimewaan. Tahun 2019 ini. Kita sudah mendaftarkan kembali 2.500 bidang tanah, tahun 2020 kita harapkan sudah bisa melengkapi semua persyaratan, hingga 2021 target 13.944 bidang tanah itu bisa tersertifikasi semua,” jelas Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Drs Krido Suprayitno SE MSi.

Dalam penyerahan sertifikat dihadiri pejabat Kanwil BPN DIY, Kepala BPN Kota Yogya, Bantul, Sleman, Gunungkidul, Penghageng Kraton, Tim Hukum Kraton, Krido menyebutkan 2.033 sertipikat tersebar di DIY meliputi Kota Yogyakarta 187 sertiplkat, Kabupaten Bantul 967 sertipikat, Kabupaten Gunungkidul 601 sertipikat dan Kabupaten Sleman sejumlah 278 sertifikat.

”Sementara SG Kulonprogo sudah diterbitkan 206 sertipikat, sedang PAG 28 sertipikat akan segera diserahkan,” jelas Krido.

Menurut Krido kegiatan Pendaftaran Tanah Kasultanan dan Kadipaten mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 yang dilakukan Dispertaru memenuhi amanah UU Keistimewaan Yogya. ”Di DIY tidak ada tanah negara, adanya tanah kasultanan (SG) dan PAG, inventarisasi dimulai dari tanah-tanah yang digunakan untuk instansi pemerintahan, tanah kas desa, dan lainnya, ada kemungkinan jumlahnya meningkat sesuai temuan tim,” katanya.

Namun demikian Krido meminta pihak-pihak terkait, seperti pemilik hotel, pengusaha DIY yang lahannya di atas Sultan Ground tidak perlu resah. ”Sebab inventarisasi SG atau PAG ini untuk memudahkan administrasi, dan bisa mengajukan permohonan perpanjangan ke Kraton sebagai pemegang SHM,” jelasnya. (M-3)

BERITA REKOMENDASI