2.466 Warga Kota Yogya Ditargetkan Entas dari Kemiskinan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengentasan kemiskinan masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Yogya. Tahun ini ditargetkan mampu mengentaskan 2.466 jiwa miskin. Target itu optimis dapat terentaskan mengingat beragam program pemberdayaan yang siap digulirkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogya, Agus Sudrajatmenilai target tahunan harus ditetapkan agar sesuai dengan program RPJMD 2017-2022. “Merujuk RPJMD itu, pada tahun 2022 angka kemiskinan harus berada pada 6,15 persen. Tahun ini ada 2.466 jiwa yang menjadi target. Kami yakin bisa melakukannya,” jelasnya.

Jika mengacu pada data Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS), total keluarga pra sejahtera yang berhasil dientaskan selalu di atas 3.000 jiwa. Hanya, data KSJPS dengan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi perbedaan. Hal ini karena data dari BPS menggunakan sampling dan paramaternya juga berbeda.

Baca juga :

Hiu Paus Mati Terdampar di Pantai Congot
Nglipar, Ngawen dan Gedangsari Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Akan tetapi hal tersebut bukan menjadi kendala dalam program pengentasan kemiskinan. Pemkot Yogya tetap memiliki kebijakan afirmatif melalui KSJPS, yakni tidak hanya keluarga miskin yang menjadi sasaran melainkan rentan miskin.

“Kalau mau melihat angka kemiskinan maka datanya dari BPS. Tapi untuk melihat siapa saja yang termasuk miskin, bisa melalui KSJPS yang diterbitkan Pemkot atau basis data dari Kementerian Sosial,” imbuh Agus.

Kendati demikian, pihaknya juga akan terus menyempurnakan basis data warga miskin agar tidak ada perbedaan antara program dari pusat dengan daerah. Salah satu upaya penyempurnaan tersebut diawali dengan proses pendataan yang menggunakan bantuan aplikasi.

Sehingga data yang ada sesuai dengan fakta dan terekam dari sisi visual. Apalagi setiap tahun Pemkot rutin memperbarui data kondisi warga yang perlu mendapatkan jaminan perlindungan sosial.

Agus menjelaskan, kegiatan yang bersifat pemberdayaan menjadi penggerak program pengentasan kemiskinan. Terutama meliputi dua aspek yakni pendampingan dan fasilitasi.

“Salah satunya kami intensifkan melalui kelompok usaha bersama (kube). Setiap anggota kube terdapat pemegang KSJPS. Indikator keberhasilan kube ialah setiap tahun mampu mengentaskan anggotanya yang menjadi pemegang KSJPS,” urainya.

Selain itu juga melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berupa pendampingan keluarga supaya semakin berdaya. Sasaran utamanya ialah keluarga yang memiliki anggota disabilitas, lansia miskin maupun anak gangguan jiwa. (Dhi)

BERITA TERKAIT