2018, Produksi Sampah di Yogyakarta Menurun

YOGYA.KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Yogyakarta mencatat produksi sampah di tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 17 persen. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah sebelum membusuk dibak sampah.

Kepala Dinas DLH kota Yogyakarta Ir. Suyana mengatakan sejauh ini pihaknya sudah melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap sampah yang dapat di manfaatkan kembali atau daur ulang sampah, hal ini untuk mengurangi dampak buruknya kepada lingkungan.

"Masyarakat juga harus mengurangi sampahnya, caranya mereka harus tau tatacara mengelola sampah. Jangan semuanya dijadikan sampah, karena sampah juga masih bisa dimanfaatkan," Tutur Suyana kepada krjogja.com. Minggu (17/03/19). 

Suyana menambahkan, Edukasi yang dilakukan DLH kota Yogyakarta kepada masyarakat dengan cara mengganti bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti pengurangan tas plastik ( kresek) yang diperoleh dari tempat belanja beralih dengan tas berbahan kain.

Dengan melakukan edukasi tersebut, pihaknya dapat mengurangi produksi sampah di kota Yogyakarta sebanyak 17 persen di tahun 2018. " Target ditahun 2019 ini bisa turun sampai 20 persen di wilayah kota," ucap Suyana.

Selain itu, DLH kota Yogyakarta mensosialisasikan sampah yang diproduksi rumah tangga atau masyarakat dapat di lakukan pengolahan terlebih dahulu. Sampah tersebut dipilah dan dikumpulkan lalu diberi kepada pemulung.

"Kami menyarankan kepada sampah rumah tangga sebelum dibuang adabaiknya diolah dulu, pisahkan sampah yang masih bermanfaat bagi pemulung, jangan nunggu pemulungnya orek-orek bak sampah atau TPU karena itu pasti sudah tercampur dengan sampah basah yang membusuk, saya jamin dapat pahala," katanya.

Dari informasi yang diperoleh, sejauh ini sampah di Kota Yogyakarta mayoritas diproduksi dari rumah tangga, angkanya mencapai 70 persen. Oleh karenanya sampah merupakan tanggung jawab bersama oleh berbagai pihak. Baik pihak rumah tangga atau masyarakat dan pihak DLH terkait. 

Hal itu diutarakan dalam acara peringatan Hari peduli sampah nasional yang jatuh pada 21 Februari. Acar ini sebagai ajang edukasi kepada masyarakat bagaimana mengolah sampah yang baik dan benar karena sampah merupakan kepentingan bersama untuk menjaga lingkungan. (Ive).

BERITA REKOMENDASI