22.180 Nakes di Kota Yogyakarta dan Sleman Telah Jalani Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan DIY mendata 22.180 tenaga kesehatan (nakes) dari Sleman dan Kota Yogyakarta sudah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama hingga Senin (25/01/2021). Namun, tercatat pula 5 persen nakes tak dapat mengikuti vaksinasi karena gagal screening kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan vaksinasi nakes tahap awal sudah sesuai dengan target yang dicanangkan. Tidak sampai 5 persen nakes yang gagal vaksin karena gagal screening kesehatan.

“Tidak sampai 5 persen nakes untuk tahap pertama ini yang tidak lolos vaksin. Mereka tidak lolos karena hipertensi, hamil dan menyusui. Mungkin yang hipertensi itu karena kelelahan dan khawatir,” ungkap Pembajun saat diskusi media DPRD DIY, Senin (25/01/2021).

Kondisi tersebut menurut Pembajun dialami hampir seluruh wilayah di Indonesia. Rata-rata nakes tak lolos mengalami hipertensi karena kelelahan saat menjalani pekerjaan.

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mengharapkan Pemda lebih terbuka pada masyarakat untuk mempublikasikan kondisi nakes-nakes yang sudah mengikuti program vaksinasi. Pasalnya menurut dia, masih terjadi perdebatan di masyarakat terkait vaksin Sinovac yang digunakan Indonesia.

“Kalau bisa nakes yang sudah divaksin, dipublikasikan ditunjukkan seperti apa kondisinya. Kalau perdebatan di masyarakat terus ditanggapi, kita tidak produktif. Cukup dipublish bagaimana nakesnya dan diperlihatkan kondisinya. Biarkan kemudian masyarakat melihat dan menilai,” ungkap Sofyan.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengharapkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan mulai dari rumah. Pasalnya, kini penularan virus dideteksi sudah berasal dari lingkup keluarga dan tetangga.

“Harapan kami, seluruh warga masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Tidak cukup lagi 3M tapi 5M dengan mengurangi mobilitas. Kita berharap, Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) ini jadi yang terakhir dan kasus bisa segera turun,” ungkap Huda. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI