220 Laporan Diterima Dinas Lingkungan Hidup

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepanjang tahun 2019 lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya panen laporan dari masyarakat. Terutama aduan yang disampaikan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Hanya, sebagian dari laporan tersebut bukan sepenuhnya kewenangan DLH.

Kepala DLH Kota Yogya Suyana, menjelaskan total laporan yang ia terima melalui JSS mencapai 220 laporan. "Kalau dirata-rata setiap hari kerja itu selalu ada laporan yang masuk. Meski sebetulnya ada laporan yang bukan kewenangan kami namun karena masuknya ke DLH mau tidak mau harus kami tindaklan," jelasnya.

Beberapa jenis laporan tersebut menyangkut persoalan sampah, limbah hingga pohon perindang. Dominasi laporan diakuinya terkait sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum warga. Diantaranya sampah kasur yang ditemukan ada di sungai maupun sampah yang berceceran di berbagai tempat.

Khusus sampah yang berada di aliran sungai, Suyana mengaku, langsung meminta petugas ulu-ulu sungai untuk melakukan pembersihan. "Kami memiliki 44 petugas ulu-ulu sungai. Setiap hari mereka memiliki jadwal rutin membersihkan di titik tertentu. Tapi ketika ada laporan di satu wilayah, kami minta mereka fokus ke sana," imbuhnya.

Sementara terkait limbah, bukan hanya persoalan yang dibuang ke sungai melainkan berupa kotoran kucing yang dibuang sembarangan. Bahkan khusus kotoran kucing tersebut dilaporkan hingga dua kali oleh warga. 

"Ada warga melaporkan tetangganya yang membuang kotoran kucing di depan rumahnya. Kejadian itu sampai dua kali dilaporkan ke DLH melalui JSS. Masalah seperti ini kan sebetulnya bisa ditangani di wilayah. Saya pun meminta camat untuk menengahi," tandasnya.

Begitu pula terkait keberadaan pohon perindang. DLH sebenarnya hanya berwenang terhadap 19.000 pohon perindang jalan. Sedangkan mayoritas laporan yang masuk berupa pohon di perkampungan atau persil pribadi. Sehingga phaknya kembali meminta kerja sama dengan aparat di kewilayahan seperti kecmatan dan kelurahan.

"Terakhir kali laporan yang masuk itu di pengujung tahun. Ada pohon yang menutupi rambu lalu lintas di wilayah Menukan. Saat itu juga kami terjunkan petugas karena pohon tersebut menjadi kewenangan kami," katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI