25th YGF, Bukti Gamelan Tak Lekang oleh Zaman

Editor: KRjogja/Gus

Usia 25 tahun bagi sebuah festival merupakan hal yang luar biasa dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena tidak banyak festival yang mampu bertahan dan rutin berjalan tanpa henti hingga lebih dari 10 kali. Genap memasuki usia yang ke- 25 tahun, Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) mampu menunjukan eksistensinya. Berbeda dari tahun – tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara luring, tahun ini 25th YGF yang digelar oleh komunitas Gayam 16 dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dilaksanakan secara daring di www.FGFLIVE.com .

Project Director YGF Ishari Sahida mengatakan, ”25th YGF berjalan harus menghadapi masa pandemi, ini yang menantang kami bagaimana memasuki 25 tahun harus ada jarak. Tahun ini kami berencana menyelenggarakan YGF secaara online dengan platform video melalui internet.”

Ia juga mengungkapkan gamelan merupakan kesatuan dan tidak modular. Artinya, saat memainkan gamelan harus bersama-sama atau berbareng. “Ini jadi paradoks di tengah pandemi, lantas apakah tidak bisa menghadirkan gamelan,” ujar Ari Wulu, sapaan akrabnya, dalam jumpa pers 25th YGF di pendopo Komunitas Gayam16, Senin (9/11/2020).

Menurut Ari Wulu, YGF sebagai tempat berkumpul pada pecinta gamelan bisa mewujudkan hal ini melalui pemanfaatan teknologi. 25th YGF pun membuktikan diri bisa berkelindan dengan zaman.

Tahun ini YGF menghadirkan empat program meliputi, pergelaran gamelan yang menghadirkan konser gamelan lintas genre dari pecinta, pemain, dan penikmat gamelan di seluruh dunia yang bisa disaksikan selama penyelenggaraan mulai pukul 19.30 sampai 22.00 WIB, rembug budaya, lokakarya budaya, dan pergelaran tari.

BERITA REKOMENDASI