27 Tahun ASP 93/94 Polda DIY, Selenggarakan Anjangsana dan Baksos

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Memperingati 27 tahun usia Alumni Seba Polri (ASP) 93/94 Polda DIY, Sabtu (28/11/2020) diadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan anjangsana, meliputi bezuk istri Sahabat Satoe Djiwa, Ipda Harjo, anjangsana di rumah keluarga almarhum Aiptu Yuli di Aspol Pathuk Yogya, berkunjung ke keluarga Aiptu Wahyudi Parjan di Kulonprogo, berkunjung ke keluarga Aiptu Sugiyono di Kretek Bantul, dan keluarga Suharjo di Minggir Sleman. Kegiatan dipimpin Pembina ASP 93/94 Polda DIY AKP Sultonudin SH MH dan Iptu Sutrisno, serta Ketua ASP 93/94 Polda DIY Ipda Ponco Atmojo.

AKP Sultonudin SH MH, Sabtu (28/11/2020) menjelaskan sejak dibentuk pertama kali 27 tahun lalu, ASP Nusantara (seluruh Indonesia) dan ASP 93/94 Polda DIY selalu terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Berbagai kegiatan kemanusiaan di antaranya membantu korban bencana alam (gempa bumi, banjir, dan tanah longsor).

Kegiatan itu, menurut Sultonudin sebagai bentuk kepedulian anggota polisi kepada masyarakat yang sedang mengalami kesusahan dan kesulitan. Mengenai anjangsana ke sesama anggota ASP 93/94 Polda DIY, sebagai wujud solidaritas sesama anggota.

Sultonudin menjelaskan pihaknya berusaha membantu keluarga anggota ASP 93/94 dalam meniti karir. Mengenai dana untuk berbagai kegiatan, didapatkan dari iuran rutin anggota yang diistilahkan sebagai serkileran. Selain fokus pada keluarga anggota, juga dilakukan kegiatan sosial berupa anjangsana ke panti sosial dan panti yatim/piatu.

“Kami juga berkewajiban mencarikan tempat tinggal bagi anak-anak anggota ASP Nusantara yang menempuh pendidikan di Yogya,” jelas Sultonudin.

Tak hanya itu, jika ada yang ‘kehabisan’ bekal, pengurus ASP 93/94 Polda DIY juga wajib membantu. Hal itu sesuai dengan motto ‘Salam Satoe Djiwa’.

Untuk skup nasional, anggota ASP 93/94 Polda DIY yang bergabung di ASP Nusantara telah melakukan kegiatan sosial berupa pembangunan masjid di Aceh (2007), pembangunan gereja di Nusa Tenggara Timur/NTT (2008), pembangunan masjid di Siak dan pedalaman Nusa Tenggara Barat/NTB (2010).

“Missi kami adalah menjalin silaturahmi sesama alumni meskipun beda SPN, tetapi tetap satu jiwa,” kata Sultonudin.

Ditambahkan, dengan dibentuknya ASP baik di Polda DIY (96 anggota) dan ASP Nusantara (7.300 anggota) diharapkan bisa mendukung tugas-tugas kepolisian antardaerah. Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, pengurus dan anggota ASP 93/94 Polda DIY juga melakukan kegiatan bagi-bagi masker, hand sanitizer, obat-obatan dan vitamin, serta melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan (prokes). (Hrd)

BERITA REKOMENDASI