3 Orang Menyerahkan Diri, Petugas Masih Buru 4 Pelajar ‘Geng Respect’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 3 Anak yang diduga ikut rombongan pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap siswa SMK Egy Hermawan (17) warga Sewon menyerahkan diri dengan diantar orang tua (ortu). Sekarang ini Tim Satreskrim Polresta Yogya Polda DIY masih memburu 4 orang pelaku lainnya.

Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini SIK didampingi Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Dr Hadi Utomo, Selasa (24/9) mengungkapkan, sebelumnya petugas sudah menangkap 4 orang yaitu WH (16) sebagai eksekutor pembacokan, MNA (18), PSP (17) dan LK (17). Kemudian ditambah tiga anak yang menyerahkan diri, yaitu SPM (16), RD (16) dan AP (16).

"Sehingga saat ini sudah ada 7 anak yang berhasil diamankan. Untuk 3 anak yang menyerahkan diri ini masih kami dalami dulu perannya apa. Apakah bisa dijadikan tersangka atau saksi, tergantung perannya dalam peristiwa itu," ungkap Kapolresta Yogya.

Sekarang ini petugas masih memburu 4 orang yang diduga ikut dalam rombongan tersangka. Untuk identitasnya sudah diketahui petugas. "Sebaiknya mereka menyerahkan diri saja," imbaunya.

Diterangkan, para pelaku ini merupakan satu geng yaitu Respect. Namun mereka tidak satu sekolah dan tidak saling kenal. Pada saat kejadian, rombongan pelaku merasa ditantang oleh rombongan korban yang jumlahnya sekitar 5-6 motor. "Ternyata eksekutor itu tidak kenal dengan MNA selaku pemberi komando untuk menyerang, tapi hanya tahu kalau sesama Respect. Merasa ditantang, para pelaku mengejar kelompok korban. Namun hanya korban yang tertangkap sehingga dikeroyok dan dibacok. Korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit," ucapnya.

Berita terkait:
Pembunuh Egi Ditangkap, Motif Dendam Antar Genk

Pembacok Egi Hermawan Bawa Celurit Milik Kakek
 

Barang bukti clurit yang digunakan untuk membacok, dibuang di Kali Kretek Bantul oleh tersangka WH. Selain clurit, rombongan pelaku juga ada yang membawa gir, namun belum sempat digunakan. "Jadi setelah membacok, tersangka ini langsung kabur dan membuang clurit ke kali," terangnya.

Berdasarkan pengakuannya, tersangka MNA ini pernah melakukan perusakan motor pada Tahun 2017, PSP pernah melempar bom molotov di Gondokusuman Tahun 2017 dan LK pernah membacok di Jalan AM Sangaji. Sedangkan WH pernah terjaring razia. "Tiga tersangka ini menjadi ditangkap anggota Polresta Yogya. Semuanya menjalani diversi. Namun sekarang ini mereka mengulangi lagi," tuturnya. (Sni/R-2/Ria/War)

BERITA REKOMENDASI