4 Alasan Harus Datang ke Festival Literasi Buku Patjar Merah

YOGYA, KRJOGJA.com – Festival Literasi Kecil dan Pasar Buku Patjar merah menjadi pameran buku lokal termurah di Indonesia. Di acara yang berlangsung 2-10 Maret 2019 buku-buku bermutu mulai dijual dari harga Rp 5 ribu.

Penggagas acara Irwan Bajang mengatakan, ajang ini sekaligus untuk merespon kebutuhan bacaan dan literasi masyarakat. Uniknya, Patjar Merah menyulap gudang bekas menjadi lokasi untuk menghadirkan pameran dan pasar buku yang murah serta dekat untuk dijangkau.

Setiap pameran tentu memiliki konsep dan tema tersendiri. Hal itu dilakukan agar orang merasa penasaran dan berkunjung ke pameran tersebut. Alasan orang pergi ke pameran pun bermacam-macam.

Ada yang hanya cuman lihat-lihat doang, namun ada juga yang memang sudah merencanakan untuk berbelanja.

Patjar merah merupakan salah judul yang diambil dari buku yang berjudul Patjar Merah Indonesia di tahun 1930-an. Di dalam buku tersebut terdapat tokoh yang bernama Patjar Merah. Dia adalah seorang yang cerdik, pintar, suka membaca, dan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka.

Spirit dari tokoh itulah kenapa kemudian festival literasi ini dinamakan Patjar Merah yang harapannya,  menjadi ikon pergerakan literasi yang gemar membaca, pintar cerdik terutama dekat dengan masyarakat.

Nah 4 alasan ini kenapa harus datang ke Patjar Merah.

1. Buku-buku baru dengan harga murah 

Buku yang dipamerkan di Patjar Merah sangatlah banyak. Ada 1 juta buku dari 100 penerbit yang mejeng di gudang pameran. Buku-buku pameran merupakan terbitan baru dan bukan buku hasil dari cuci gudang.

Harganya yang sangat ekonomis dari Rp. 5000 rupiah. Selain itu, buku yang direkomendasikan juga dihadirkan dengan harga murah Rp. 5 ribu – Rp. 200 ribu. Patjar Merah memberi diskon dari 30-80 persen.

2. Varian buku yang beragam.

Patjar Merah tak hanya memberikan harga buku yang ekonomis. Untuk menunjang kebutuhan masyarakat, 14 kategori buka dapat ditemukan disini. Diantaranya buku pelajaran, agama, anak, komik, fiksi, novel, masakan, pejuang pelajaran, hobi dan indi.

Terutama untuk para pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN), Patjar Merah juga memberikan buku UN terbaru. Apalagi untuk buku anak. Kategori buku-buku tersebut sudah jarang di dapatkan. 

3. Menghadirkan banyak kreator

Selain pameran buku-buku lokal, Patjar Merah juga mengadakan kegiatan lainnya seperti lokakarya dan Obrolan Patjar dengan 53 narasumber yang akan mengisi selama acara. Dengan tema yang sudah beragam.

Akan ada para kreator lintas bidang untuk menciptakan diskusi literasi yang setara, salah satunya adalah sebagai berikut Ivan Lanin (@ivanlanin), Alexander Thian (@amrazing), Ria Papermoon (@riapapermoon), Trinity (@trinitiytraveler), Windy Ariestanty (@windy_ariestanty), Joko Pinurbo, Adimas Imanuel (@adimasnuel), @jennyjusuf, Max Lane, Syahid Muhammad (@iidmhd), Theoresia Rumthe (@theoresia), Agus Mulyadi (@agusmagelangan), dan orang-orang di balik media digital seperti @kumparan, kedaulatan rakyat (@krjogjadotcom), dan mojok.com (@mojokdotco

4. Diskon besar-besaran

Selain diskon 30-80 persen, Patjar Merah juga memberikan penawaran khusus untuk para resseler buku. Patjar Merah memberi diskon tambahan bagi pengunjung dengan transaksi tertentu.

Transaksi Rp1 – Rp 5 juta akan mendapat diskon 10 persen, Rp 5-10 juta diskon yan akan di dapatkan sebanyak 15 persen. Sedangkan untuk transaksi 10-20 juta diskon 17,5 persen. Di atas 20 juta mendapat diskon 20 persen. (Evi Nur Afiah)

 

BERITA REKOMENDASI