40 Persen Warga DIY Terindikasi Belum Sadar Pemilu

YOGYA, KRJOGJA.com – Sosialisasi Pemilu 2019 di DIY perlu digencarkan lagi, tidak hanya oleh penyelenggara Pemilu (KPU) namun juga partai politik dan para kandidat (calon anggota legislatif) peserta Pemilu. Hal ini lantaran ada indikasi 30-40 persen masyarakat DIY belum sadar bahwa pada 17 April 2019 akan diselenggarakan Pemilu Serentak yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

"Kalau ditanya soal Pemilu masih banyak yang keliru menyebut bahwa Pemilu pada 15 April padahal 17 April. Selain itu banyak yang memahami hanya Pilpres saja, padahal ada Pileg juga, ini mengindikasikan masih banyak warga yang belum sadar tentang Pemilu dan justru paling banyak dari kalangan anak muda," terang Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Dr Sukamta kepada wartawan disela kegiatan sarasehan dan silaturahmi dai dan tokoh muda PKS di RM Bale Timoho Yogyakarta, Minggu (10/3/2019).

Menurut Sukamta, bagi DIY yang identik sebagai kota pelajar, angka 30-40 persen tersebut cukup besar. Hal ini mengartikan informasi-informasi terkait Pemilu Serentak 2019 belum tajam tersampaikan kepada masyarakat. Meskipun banyak sekali baliho terkait Pemilu, namun isinya didominasi kampanye caleg atau capres, sedangkan terkait sosialisasi Pemilunya sendiri masih sangat sedikit. "Sosialisasi Pemilu harus lebih gencar dan sistematik dilakukan oleh semua pihak, KPU, Parpol dan para kandidat," ujarnya.

Fakta lain yang ditemukan, menurut Sukamta, kesadaran masyarakat terhadap Pemilu, 80 persen hanya peduli dengan Pilpres. Sedangkan kesadaran masyarakat terkait Pileg untuk DPR RI hanya 5 persen dan sisanya dibagi DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan DPD. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena kalau yang dipahami hanya Pilpres saja, maka saat memilih caleg hanya sekenanya. Bahkan bisa jadi surat suara untuk Pileg dibiarkan begitu saja, tanpa dicoblos. "Kalau ini dibiarkan (surat suara tidak tercoblos) bisa menyebabkan munculnya kecurangan," ujarnya. 

Untuk itu, Sukamta mengajak semua pihak mulai dari penyelenggaran Pemilu, parpol ataupun para kandidat (caleg) untuk lebih gencar menyosialisasikan Pemilu. Kegiatan sarasehan dan silaturahmi dai dan tokoh muda PKS ini, menurut Sukamta juga menjadi salah satu upaya PKS dalam menyosialisasikan Pemilu. "Pemilu adalah kesempatan terbaik bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin yang baru, sehingga masyarakat harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI