400 Ha Lahan Pertanian Beralih Fungsi, Petani Jogja Tidak Sejahtera?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mencatat, hingga September 2020, di DIY terjadi penyusutan lahan pertanian hingga 400 hektare. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada periode yang sama, dengan 250 hektare.

Jika ditotal menurut Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Syam Arjayanti, sampai saat ini lahan pertanian di DIY telah berkurang signifikan. Lahan-lahan pertanian tersebut sebagian besar berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk.

“Pemukiman penduduk tersebut dibangun di atas lahan pertanian produktif. Dan sebagian besar pembelinya adalah warga di luar DIY. Untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi pemukiman,” katanya, Selasa (8/9).

Kondisi ini, dijelaskan Syam membuat petani kesulitan mencari mata pencaharian. Pasalnya, lahan yang semestinya bisa mereka gunakan telah beralih fungsi. Imbasnya petani DIY tidak lagi sejahtera.

Terkait dengan berkurangnya lahan pertanian, juga diungkap dalam data yang dipublish Bapeda DIY dalam websitenya. Lahan pertanian DIY pada tahun 94.462,82 Ha pada tahun 2018, menyusut menjadi 69.295,50 Ha.
Kenyataan ini menjadi bahasan dalam revisi Perda DIY Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di DPRD DIY. Apalagi permasalahan tersebut memang belum masuk dalam Perda tersebut, sehingga dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mengusulkan revisi.

“Sampai saat ini tahapan pembahasan terus dilakukan dan baru sekitar 50 persen. Karena masih banyak usulan yang muncul,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI