400 Ha Lahan Pertanian Beralih Fungsi, Petani Jogja Tidak Sejahtera?

Editor: KRjogja/Gus

Syam mengungkapkan, saat ini dari dinas terus melakukan konsolidasi dengan petani. Salah satu kebijakan yang diambil dengan memberikan insentif pada petani agar bisa lebih sejahtera. Dengan ini harapannya mereka tidak mudah menjual lahan pertaniannya.

Ketua Pansus Raperda Tentang Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2011, Agus Sumartono menilai Perda ini harus segera disahkan. Sebab dari kabupaten/kota belum memberikan data ‘by name by address’ lahan pertanian yang berkelanjutan. Jika tidak segera disahkan, dikhawatirkan alih fungsi lahan akan semakin bertambah.
“Apalagi sekarang ini dinamika perkembangan insfrastruktur di DIY juga semakin besar. Tanpa aturan yang jelas maka akan mengancam keberadaan lahan pertanian DIY.

Belum lagi masalah kemiskinan yang paling besar terjadi di pedesaan. Dalam hal ini, para petani yang tidak memiliki lahan sehingga yang membuat mereka sulit berdaya. Perda baru nanti harus bisa lebih melindungi petani agar sejahtera,” tegasnya. (Awh/Bro)

BERITA REKOMENDASI