428,42 Ribu Penduduk Usia Kerja DIY Terdampak Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penduduk usia kerja di DIY yang terdampak Covid-19 mencapai 428,42 ribu orang pada Februari 2021 yang terdiri dari pengangguran 12,61 ribu orang, bukan angkatan kerja 16,67 ribu orang. Sementara tidak kerja 15,82 ribu orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja 383,32 ribu orang pada Februari 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan pandemi Covid-19 telah menjangkit berbagai belahan dunia termasuk Indonesia selama lebih dari satu tahun. Berbagai permasalahan timbul dengan adanya pandemi Covid-19, tidak hanya masalah kesehatan, namun juga pada berbagai aspek kehidupan terutama perekonomian. Kondisi seperti itu, berdampak pada dinamika ketenagakerjaan Indonesia, termasuk di DIY.

“Tidak hanya pengangguran, namun penduduk usia kerja turut terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga perlu diperhatikan seberapa besar pekerjaan yang hilang akibat pandemi Covid-19. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DIY menunjukkan angka yang fluktuatif selama tiga tahun terakhir yaitu 3,38 persen pada Februari 2020, kemudian meningkat tajam menjadi 4,57 persen pada Agustus 2020,” paparnya di Yogyakarta, Jumat (07/05/2021).

Sugeng menyampaikan TPT DIY mencapai 4,28 persen pada Februari 2021 yang mengalami peningkatan 0,9 persen dibanding TPT Februari 2020 sebesar 3,38 persen. Kenaikan tersebut karena adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran.

“Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 2,30 juta orang, mengalami peningkatan 4,30 persen atau 94,87 ribu orang dibandingkan Februari 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2021 sebesar 72,81 persen,” ujarnya.

Jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di DIY pada Februari 2021 sebesar 3,16 juta orang, naik 1,41 persen dibandingkan Februari 2020. Dari sejumlah penduduk usia kerja tersebut, jumlah angkatan kerja di DIY pada Februari 2021 sebanyak 2,30 juta orang naik 4,31 persen dibanding Februari 2020.

“Komponen pembentuk angkatan kerja pada Februari 2021 adalah penduduk yang bekerja 2,20 juta orang yang bekerja dan penduduk yang menganggur 98,40 ribu orang,” imbuh Sugeng.

Penduduk bekerja DIY sebanyak 2,20 juta orang bertambah 71,02 ribu orang dari Februari 2020 Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terutama pada Perdagangan 2,89 persen serta Informasi dan Komunikasi 0,78 persen. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada Penyediaan akomodasi dan makan minum 2,03 persen serta Transportasi dan Pergudangan 1,12 persen.

“Sebanyak 1,26 juta orang atau 57,15 persen bekerja pada kegiatan informal pada Februari 2021 atau naik 5,56 persen poin jika dibandingkan Februari 2020 sebesar 51,59 persen. Sebagian besar penduduk yang bekerja adalah pekerja penuh atau 62,16 persen, sementara pekerja paruh waktu sebesar 30,87 persen dan setengah penganggur 6,97 persen,” pungkas Sugeng. (Ira)

BERITA REKOMENDASI