45 Kali Guguran Lava Pijar Merapi Teramati Semalam

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Aktivitas erupsi Merapi terus terjadi hingga Senin (11/01/2021). Merapi terus mengeluarkan guguran material melalui kubah lava 1997 mengarah ke barat daya.

BPPTKG mencatat sejak Minggu (10/01/2021) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, terlihat 26 kali guguran lava pijar Merapi. Arahnya ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 900 meter.

Dalam rentang periode tersebut, Merapi juga terlihat mengeluarkan asap putih tebal dengan tinggi 150 meter dari puncak. Petugas pos pengamatan Babadan juga sekali mendengar suara guguran dari puncak Merapi.

Sementara Senin (11/01/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, berdasar catatan BPPTKG terdapat 19 kali guguran lava pijar. Arah guguran masih sama ke hulu Kali Krasak dengan jarak maksimal 600 meter.

Untuk rentang tersebut, petugas pengamatan BPPTKG melihat asap kawah berwarna putih dengan tinggi 400 meter dari puncak kawah Merapi. Untuk kegempaan sendiri selama 12 jam tersebut tercatat gempa guguran sebanyak 86 kali, gempa hembusan 16 kali, gempa fase banyak 84 kali dan gempa vulkanik dangkal 22 kali.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menerangkan sebelumnya bahwa aktivitas Merapi masih terus tinggi karena adanya desakan magma dari dalam. Namun begitu status bahaya masih berada di level III (Siaga) dengan jarak aman manusia di luar 5 kilometer dari puncak.

“Pertimbangannya bukan hanya erupsi saja tapi juga potensi bahaya. Sampai saat ini jarak aman masih 5 kilometer dari puncak. Masyarakat kami harapkan tetap mengikuti himbauan dari pemerintah daerah masing-masing,” tandas Hanik pada wartawan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI