4,89 % Masyarakat DIY Terkena Kanker

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Angka kasus kanker di DIY ternyata lima kali lebih tinggi dibanding nasional. Berdasarkan data tahun 2018 setidaknya 4,89 persen penduduk DIY terkena kanker, sedangkan nasional hanya 1 persen saja.

Berdasarkan jenis kelamin, dominasi adalah perempuan dengan jenis kanker payudara dan serviks atau leher rahim. Jika dibuat benang merah, perempuan dan payudara serta serviks itu berkaitan dengan reproduksi.

“Jika sebelumnya yang terkena kanker serviks karena belum pernah melahirkan, sekarang banyak gadis yang terdeteksi kista ovarium. Jadi ada pergeseran status dan ini tidak dapat dibiarkan,” kata Ketua Yayasan Edukasi Kanker Indonesia, Harti Buryaningsih ketika audiensi dengan Komisi D DPRD DIY, Selasa (08/02/2022).

Pandemi yang telah berjalan hampir tiga tahun ini membuat pasien kanker tidak dapat tertangani dengan baik karena pemerintah dan tenaga kesehatan sedang fokus ke penanganan Covid-19. Imbasnya banyak pasien kanker yang semula stadiumnya hanya ringan kini menjadi sedang bahkan berat. Tidak menutup kemungkinan jika ada penambahan kasus.

Banyaknya perempuan yang terkena kanker otomatis akan berimbas pada ketahanan keluarga. “Contohnya seorang ibu meninggal dunia karena kanker, padahal memiliki anak lebih dari dua. Ini pasti berimbas pada keluarga, untuk itu kita mengajak pihak terkait untuk terus melakukan edukasi karena kanker itu bisa dicegah,” ungkapnya.

Sebagian besar pasien kanker yang berobat stadiumnya sudah diatas 2B dengan rentan usia antara 35-50 tahun. Namun ada juga yang masih terus menjalani pengobatan di atas usia 64 tahun.

“Jika sudah terkena tahapan yang harus dilalui sangat panjang, mulai dari pembedahan, kemoterapi, sinar dan sejauh ini hanya bisa ditangani di RSUP Dr Sardjito. Untuk mendapatkan penanganan tersebut, antreannya bisa mencapai empat bulan,” urainya.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto siap membantu Yayasan Edukasi Kanker Indonesia untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang kanker. “Kami memiliki konstituen yang juga harus mendapatkan edukasi soal ini. Jika dari dinas kesulitan SDM, dapat kerjasama dengan kami,” jelasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI