50 Warga Desa Binaan Diberangkatkan ke Korsel

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kurang lebih 50 penduduk Desa Ponjong, Desa Bleberan, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengikuti pembekalan pelatihan Saemaul Undong di Prime Plaza Hotel, Kamis hingga Jumat (20-21/06/2019). Dalam workshop tersebut mereka diminta untuk menentukan target yang ingin dicapai menjelang keberangkatan ke Korea Selatan di bulan Juli 2019 terkait upaya peningkatan kapasitas warga binaan.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY, Arief Hidayat mengatakan para warga dan ASN yang berangkat ke Korea Selatan termasuk duta besar bangsa. Sehingga, mereka perlu menjaga sikap dan menaati peraturan yang ada.

"Sampai di sana, Anda perlu mengamati empat hal yang bisa diterapkan di Indonesia, seperti sistem dan kualitas produksi, marketing serta branding. Ini bisa diimplementasikan untuk mengembangkan produk-produk desa yang telah ada," ujarnya saat memberi pembekalan.

Menurutnya, empat hal tersebut penting untuk diamati karena berpengaruh besar bagi proses budidaya produk lokal. "Kita bisa lihat di sistem apakah ada desa khusus yang menghasilkan satu produk, terus apakah pemerintah setempat ikut memantau atau membantu meningkatkan kualitas produksi, bagaimana pendampingannya," paparnya.

Ia meminta para warga dan ASN bisa segera beradaptasi dengan kondisi negara setempat agar lebih mudah saat menyerap pembelajaran. Sementara, Direktur Saemaul Globalization Foundation di Indonesia, Seunghoon Hong mengatakan, Korea Selatan bisa menjadi salah satu negara seperti saat ini karena memiliki budaya rajin, mandiri dan kerjasama. (M-1)

BERITA REKOMENDASI