50 Warga DIY Terjangkit Leptospirosis, 13 Meninggal Dunia

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya kasus leptospirosis yang ditemukan di DIY, membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan DIY, sudah ada 50 warga dinyatakan terjangkit suspect leptospirosis. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 orang (suspect) diantaranya meninggal dunia.

”Dari 13 orang yang dinyatakan suspect dan meninggal dunia. Enam orang berasal dari Bantul dan satu di antaranya sudah dipastikan positif Leptospirosis. Adapun sisanya 2 orang berasal dari Kota Yogyakarta, Kulonprogo sebanyak 2 orang, Gunungkidul ada 2 orang, dan Sleman 1 orang,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari di Kompleks Kepatihan.

Setyarini mengatakan, satu orang dinyatakan positif mengidap leptospirosis dan meninggal dunia berasal dari Bantul dengan profesi sebagai petani. ”Dari 50 orang yang dinyatakan suspect Leptospirosis tersebut, paling banyak terdapat di Bantul yakni sebanyak 27 orang. Kemudian disusul dari Kabupaten Gunungkidul terdapat 8 orang suspect dan di Sleman ada 6 suspect dengan 1 orang meninggal dan masih dilakukan audit,” terang Setyarini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, salah satu cara yang efektif untuk mencegah adanya kasus leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. ”Tentunya semua itu akan bisa diwujudkan dengan baik apabila ada sinergitas dari semua pihak.” tandasnya.

Pasalnya untuk mengatasi leptospirosis tidak akan bisa maksimal apabila diserahkan sepenuhnya kepada rumah sakit atau Dinas Kesehatan. ”Kondisi lingkungan yang kurang bersih menjadi salah satu penyebab dari adanya kasus leptospirosis. Untuk itu, salah satu cara efektif untuk pencegahan adalah membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Terlebih, saat musim penghujan seperti sekarang ini, muncul banyak genangan di lingkungan, yang sangat rawan terkontaminasi kotoran tikus,” tambahnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI