500 Petugas SPBU dan AMT DIY Ikut Serta Program Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) di Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengikutsertakan sebanyak total 500 petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan awak mobil tangki (AMT) dalam program vaksinasi Covid-19. Hal ini sebagai bentuk dukungan Pertamina dalam program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah yang menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Siloam mulai 13 Juli 2021 hingga 9 hari kedepan.

Salah satu peserta vaksin hari ini yang bertugas sebagai AMT di Fuel Terminal Rewulu Supri mengatakan setiap hari dirinya berinteraksi dengan banyak orang dan ada kekhawatiran tertular virus Korona. Adanya vaksinasi Covid-19 ini justru membuat dirinya tidak khawatir setidaknya bisa menambah imun bagi tubuh.

“Dari vaksinasi ini saya tidak lagi khawatir namun tetap akan menjalankan protokol kesehatan yang sudah diatur. Harapannya pandemi ini cepat berakhir sehingga saya dan teman-teman bisa melayani lebih maksimal lagi,” ujarnya di Atrium Lippo Mall Yogyakarta, Jumat (16/07/2021).

Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBT Brasto Galih Nugroho menyampaikan sebagai garda depan pelayanan energi, para petugas SPBU dan AMT banyak berinteraksi dengan konsumen dan stakeholder. Untuk itu, pihaknya menggelar vaksinasi Covid-19 bagi 500 petugas SPBU dan AMT di wilayah DIY dan sekitarnya. Jumlah tersebut akan dibagi dalam 10 hari dengan jumlah per hari sebanyak 50 orang petugas SPBU dan AMT.

“Vaksinasi Covid-19 yang diberikan kepada petugas SPBU dan AMT diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan pandemi. Selain itu, kami memberikan kenyamanan dalam pelayanan terhadap konsumen karena para petugas kami telah divaksin,” tegasnya.

Brasto menyatakan Pertamina terus menghimbau kepada konsumen untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun dalam upaya percepatan pemulihan pandemi. Seluruh fasilitas Pertamina tetap beroperasi secara optimal dalam pelayanan energi baik bahan bakar minyak (BBM), elpiji dan lainnya seperti produk petrokimia serta pelumas sampai saat ini. “Protokol kesehatan yang cukup ketat juga diterapkan di fasilitas Pertamina untuk mencegah penyebaran Covid-19,” imbuh Brasto.

Sebagai BUMN, Pertamina menyediakan berbagai layanan digitalisasi kepada konsumennya dalam menerapkan protokol kesehatan. Pertamina memiliki aplikasi MyPertamina yang terhubung dengan LinkAja untuk memudahkan pembayaran digital konsumen di SPBU ataupun mencari informasi seputar Pertamina di aplikasi tersebut.

“Kami telah memiliki layanan pesan antar yaitu Pertamina Delivery Service (PDS) melalui kontak 135 untuk memudahkan konsumen mendapatkan produk Pertamina seperti BBM Pertamax series dan LPG Non Subsidi yaitu Bright Gas,” pungkas Brasto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI