50,97 Hektar Wilayah di Kota Yogya Tergolong Kawasan Kumuh

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya harus kerja keras untuk menuntaskan kawasan kumuh sepanjang tahun ini. Pasalnya, kawasan kumuh yang tersisa masih cukup luas yakni mencapai 50,97 hektar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya Agus Tri Haryono, menjelaskan sesuai target nasional pada akhir 2019 kawasan kumuh perkotaan harus mencapai nol persen. "Kami sudah rencanakan berbagai kegiatan. Optimis, akhir tahun ini kawasan kumuh sudah tuntas ditata," jelasnya.

Wilayah yang menjadi sasaran penanganan kawasan kumuh pada tahun ini mayoritas masih berada di bantaran sungai. Di antaranya bantaran Kali Gajah Wong yaitu Muja Muju dan Giwangan. Kemudian bantaran Kali Winongo di Pringgokusuman, Ngampilan dan Pakuncen.

Sedangkan di sekitar Kali Code berada di Klitren dan Purwokinanti. Sementara bentuk penanganannya sebagian besar juga meneruskan program tahun lalu. Seperti di Muja Muju Umbulharjo berupa penataan bantaran sungai dengan membuat akses jalan inspeksi. Permukiman warga yang berada tepat di pinggir sungai pun tak luput dari penataan.

"Terkait kebutuhan dana, tidak hanya dibebankan melalui APBD Kota Yogya, tapi juga ada sharing anggaran dari Pemda DIY bahkan pemerintah pusat," imbuh Agus.

Salah satu program penanganan kawasan kumuh yang akan dilakukan adalah program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menyasar pada 15 kelurahan. Dimungkinkan masih bisa dilakukan penambahan lokasi sasaran. Namun demikian, bagi kelurahan yang akan memperoleh Bantuan Dana Investasi (BDI) dimungkinkan berkurang karena kawasan kumuh di beberapa kelurahan sudah bisa ditangani.

Kepala Seksi Pengawasan Bangunan DPUPKP Kota Yogya Yunita Rahmi Hapsari, menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penataan permukiman kumuh skala kawasan menggunakan dana APBN. Dengan begitu, diharapkan dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kota Yogya.

"Besaran alokasi dana yang akan dikucurkan masih dibahas, tetapi bisa mencapai puluhan miliar rupiah," imbuhnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Yogya Nomor 216 Tahun 2016, luas kawasan kumuh di Kota Yogya mencapai 264,9 hektare. Kemudian pada tahun 2017 berhasil ditangani seluas 79 hektare. Program penanganan kawasan kumuh terus dilanjutkan pada 2018 dengan total mencapai 40,82 hektare.

Yunita menjelaskan, kecamatan dengan sisa kawasan kumuh paling luas yang harus ditangani berada di Jetis, yakni mencapai 9,94 hektare. Sedangkan Kecamatan Umbulharjo yang pada awalnya menjadi wilayah dengan kawasan kumuh terluas, hanya menyisakan 8,78 hektare kawasan yang perlu ditangani. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI