6 Bank di DIY Diduga Tersandung Kasus Kredit Fiktif Puluhan Miliar?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni KVA mantan kepala cabang Transvision di Yogyakarta dan FEF mantan bendahara pada perusahaan swasta yang mengajukan kredit, pada dugaan kasus korupsi penyimpangan pemberian kredit di Bank Jogja pada tahun 2019 lalu. Kejati DIY saat ini melakukan penahanan terhadap dua tersangka dan menyita sejumlah dokumen terkait kasus tersebut.

Kasus tersebut bermula pada Agustus 2019 lalu di mana saat itu Bank Jogja melakukan kerjasama dengan perusahaan Transvision untuk pemberian kredit karyawan. Lalu pada September hingga Desember 2019, perusahaan tersebut mengajukan pinjaman untuk 167 karyawan.

Atas pengajuan tersebut, pihak bank mencairkan kredit sebesar Rp 27,4 miliar secara bertahap. Namun ternyata dari 167 karyawan yang diajukan hanya 5 orang yang merupakan karyawan tetap perusahaan, sementara selebihnya diduga merupakan karyawan fiktif.

Hal tersebut menjadi kasus setelah akhirnya muncul kredit macet pada bulan September 2020. Kejati DIY melakukan pendalaman kasus dan akhirnya menentukan dua tersangka yang kini ditahan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

Hal tersebut menjadi perhatian besar, salah satunya dari Jogja Corruption Watch (JCW) yang menduga ada enam bank di DIY yang tersandung kasus serupa. Bahkan, ada satu bank yang menurut JWC mengalami kerugian hingga Rp 48 miliar.

BERITA REKOMENDASI