62 Orang Miliki Tatto Baru Saat Hari Kemerdekaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh tepat 17 Agustus ini ternyata dimaknai berbeda-beda oleh warga. Salah satunya dengan sensasi memiliki tatto baru tepat disaat peringatan detik-detik proklamasi.

Sebanyak 62 orang dari berbagai penjuru Yogyakarta dan sekitarnya rela dirajah dengan jarum dan tinta. Bagian tubuh mereka dilukis oleh 62 peserta yang ikut dalam ajang Perang Tattoo di acara Tattoo Merdeka #3 : Negeri Warna-Warni di Jogja National Museum (JNM).

Ketua Tattoo Merdeka, Benedictus Arioma mengatakan, para peserta yang ikut dalam perang tatto ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diperkenankan memilih orang yang akan ditattoo dengan bagian tubuh yang juga berbeda.

"Temanya adalah budaya, itu terpenting dibuat teman-teman tatto artist yang ikut. Budaya pun perspektifnya luas, bagaimana mereka menerapkan itu terserah tapi mereka harus bisa menceritakan konsep yang dibuat dari gambar tattoonya," ungkap Ari.

Panitia Tattoo Merdeka kali ini juga mengusung pesan bahwa orang-orang bertato tak selalu identik dengan kejahatan. "Tato lebih menunjukkan identitas dan seni, kami tetap menjadi warga negara yang baik dan berkarya posiitif," imbuhnya.

Dalam perang tatto yang sudah kali ketiga dilaksanakan di Yogyakarta, diperlihatkan pula eksebishi Tato Mentawai yang juga seni tato tertua di dunia. Dua orang ahli Tato Mentawai merajah kepala seorang model dengan garis khas yang cukup menarik.

Mereka menggunakan alat khusus dan terlihat mengetuk-ketukkan berulang jarum yang ada di alat kayu. Metode ini masih sangat kuno karena Seni Tato Mentawai memang menjadi satu seni tato tertua di dunia karena lahir terlebih dahulu dibandingkan tato Mesir yang baru ada sekitar tahun 1300 SM. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI