65 Persen Warga DIY Sakit Gigi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit gigi, masih perlu ditingkatkan. Hal itu bisa dilihat dari data yang menyatakan sebanyak 65 persen penduduk DIY mengalami sakit atau persoalan dengan giginya.

Sebagian dari mereka, tidak langsung datang ke dokter gigi untuk berobat. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan, sebaliknya membutuhkan edukasi dari pihak-pihak yang terkait.

Baca juga :

Produsen Prioritaskan Kebutuhan Lokal
Equinox Pengaruhi Cuaca Panas di Yogya

"Sebenarnya kesadaran masyarakat untuk menyikat gigi sebagai salah satu langkah awal pencegahan penyakit cukup tinggi. Namun baru 6 persen yang menyikat secara benar, sedangkan sisanya sebanyak 94 persen cara menyikat giginya belum benar. Untuk mengatasi hal itu diperlukan edukasi kepada masyarakat," kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM Yogyakarta Dr drg Ahmad Syaify spPerio(K) yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembayun Setyaning Astutie MKes.

Ahmad Syaify menjelaskan terkait rencana pengobatan gigi gratis di Fakultas Kedokteran Gigi UGM Yogyakarta pada 2 sampai 4 Oktober. Pengobatan gigi gratis ditargetkan bisa melayani sebanyak 1.200 pasien, meliputi ibu hamil, pengemudi online dan lansia.

Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X meminta kepada panitia penyelenggaraan Hari Kesehatan Gigi Nasional DIY Tahun 2019 agar memperhatikan kegiatan, supaya bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar pengobatan gratis. Karena yang lebih penting dari kegiatan itu adalah bagaimana mengedukasi masyarakat.

Edukasi terhadap masayarakat, khususnya yang berkaitan kesehatan gigi perlu dilakukan, karena kesadaran masyarakat belum bisa dikatakan maksimal. Dengan memahami arti pentingnya kesehatan gigi dan mengetahui langkahlangkah pencegahan, diharapkan masyarakat tidak hanya banyak menuntut tetapi juga melakukan sesuatu, meskipun kecil. (Ria)

BERITA REKOMENDASI