70 Persen Lahan JJLS Telah Dibebaskan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY masih terus berproses dalam pengadaan lahan untuk kebutuhan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dari dua lajur menjadi empat lajur. Dari total panjang JJLS 116 kilometer (Km) tersebut, lahan dua lajur yang dibebaskan sudah mencapai 70 persen. Sedangkan pembebasan lahan menuju empat lajur masih berproses setidaknya hingga tiga tahun mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Bambang Sugaib mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan JLLS tetap berjalan terus sesuai jadwal. Pihaknya masih terus berupaya untuk membebaskan lahan JJLS dari yang sekarang dua lajur menjadi empat lajur.

Baca juga :

Tol dan Bandara Baru Modal DIY Pacu Pertumbuhan Ekonomi
RSUP Dr Sardjito Raih Penghargaan 'Green Hospital'

“Tahun ini, tahapan pembebasan lahan JJLS dilakukan di Gunungkidul untuk segmen Tepus-Jeruk Wudel sepanjang kurang lebih 18 km. Jika ada sedikit pembebasan lahan yang belum selesai untuk segmen Tepus-Jeruk Wudel ini akan dilanjutkan awal Januari 2020," ujar Bambang.

Selain menyelesaikan pembebasan tanah di Gunungkidul, pihaknya juga melanjutkan pembebasan lahan di ruas jalan Ngremang-Garongan Kulonprogo dengan panjang sekitar 7,5 Km mulai April 2020. "Kami juga masih ada 'PR' membebaskan lahan JJLS di Kulonprogo dari dua lajur ke empat lajur untuk ruas jalan Garongan-Congot sepanjang 13 Km mulai 2021 mendatang," tuturnya.

Dinas PUPESDM DIY memang bertugas untuk membebaskan kebutuhan tanah atau penyediaan lahan untuk JJLS dari dua lajur menjadi empat lanjur. Sedangkan pembangunan konstruksi JJLS-nya dilakukan Pemerintah Pusat karena memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Disamping itu, keberadaan JJLS tersebut sangat bermanfaat sebagai akses utama yang melintasi dan menghubungkan dengan kawasan wisata di sepanjang Pantai Selatan baik di Gunungkidul, Bantul hingga Kulonprogo.

"Pembangunan JLLS yang melintasi kawasan selatan DIY tersebut memang secara tidak langsung agar bisa memfasilitasi akses utama menuju tempat-tempat wisata. JJLS berfungsi sebagai akses utama yang dapat dihubungkan dengan akses lokal yang dibangun Pemkab setempat menuju kawasan wisata disepanjang pantai. Jalan wisatanya pakai jalan lokal, tetapi jalan utamanya ya bisa pakai JJLS," pungkas Bambang. (Ira)

BERITA REKOMENDASI