80 Persen Naker di DIY Sudah Bekerja Lagi

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mencatat imbas pandemi Covid-19 per Juni 2020 ada 1800 tenaga kerja (Naker) yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 30 ribu tenaga kerja dirumahkan dengan berbagai alasan. Namun, berdasarkan penelitian terbaru di pertengahan Agustus 2020 terjadi penurunan dan diharapkan kondisi bisa normal seperti semula.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disnakertrans DIY Aria Nugrahadi bersama Kepala Kanwil BPJS Jamsostek DIY Asri Basir di sela silarturahmi dengan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat Wirmon Samawi MIB didampingi Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat Prof Dr Inajati Adrisijanti, Senin (31/8). Secara bersamaan diberikan santunan bagi ahli waris peserta BPJS Jamsostek. Santunan itu adalah jaminan kematian Agus Martanto SE sebesar Rp42 juta, santunan jaminan kematian akibat kecelakaan kerja Safrodin Eko Budi Susanto sebesar Rp446,1 juta dan Rostien Puput Anggoro SPd sebesar Rp42 juta.

Aria Nugrahadi menjelaskan setelah melakukan penelitian terjadi penurunan jumlah pekerja yang terkena PHK mnjadi 1.100 orang dan sebanyak 80 persen tenaga kerja sudah bekerja kembali meski belum secara penuh. Dari jumlah naker yang terkena PHK, yang paling besar adalah pabrik rokok sebanyak seribuan orang. Karena itu, dinas akan tetap memantau perkembangan terakhir imbas pandemi Covid-19 terhadap kinerja perusahaan.

BERITA REKOMENDASI