85 Ribu Peserta JKN/KIS Ajukan Relaksasi Tunggakan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah kemudahan diberikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di saat pandemi Covid-19. Selain adanya kemudahan layanan di fasilitas pelayanan kesehatan, ada kemudahan layanan administrasi, informasi dan pengaduan hingga relaksasi tunggakan iuran.

Program keringanan pembayaran tunggakan JKN atau relaksasi tunggakan tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Dijelaskan, BPJS Kesehatan memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) yang memiliki tunggakan lebih dari enam bulan.

Hal tersebut dijelaskan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari dalam Media Workshop BPJS Kesehatan di Hotel Tara, Jumat (23/10/2020). Workshop yang digelar secara virtual tersebut diikuti jurnalis dari seluruh Indonesia.

Melalui program ini, bagi peserta yang memiliki tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan lebih dari enam bulan bisa mendapatkan keringanan pembayaran tunggakan. Peserta cukup melakukan pembayaran tagihan relaksasi tunggakan pada bulan berjalan atau minimal enam bulan ditambah satu bulan berjalan. Setelah itu, status kepesertaannya otomatis akan aktif.

“Selanjutnya peserta melakukan pembayaran iuran bulan berikutnya secara rutin paling lambat tanggal 10 setiap bulan sesuai dengan tagihan. Dan untuk sisa tunggakan dapat dicicil hingga Desember 2021,” jelasnya.

Terhitung sampai 9 Oktober 2020 kemarin, program ini telah dimanfaatkan oleh 447 badan usaha dan 85.482 peserta mandiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah, program relaksasi ini hanya bisa dimanfaatkan hingga Desember 2020 saja. Untuk mendapatkan manfaat ini, peserta juga tidak perlu datang ke kantor. Melainkan cukup mendaftarkan melalui aplikasi mobile JKN.

Sementara itu Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan, peserta BPJS Kesehatan tetap harus bisa mendapatkan hak mereka. Apalagi di tengah masa pandemi saat ini. Dimana fasilitas kesehatan harus tetap konsisten dalam menjaga pelayanan sesuai standar.

Bahkan harus lebih baik, karena ada tambahan penerapan protokol kesehatan. Tingginya jumlah masyarakat yang mengakses internet, harus bisa dimanfaatkan oleh BPJS Kesehatan.

“Ini sebagai upaya untuk mengurangi kontak langsung antara pasien atau calon pasien. Apalagi di sejumlah fasilitas kesehatan, terjadi penurunan jumlah pasien. Karena mereka takut terkena Covid-19,” ungkapnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI