Ada di Jogja, ‘Pesantren Covid’ Lulus Tes Dapat Ijazah ‘LC’

Editor: KRjogja/Gus

KAGET, sedikit ‘shock’. Rasa itu diakui Isnawan ketika mendapatkan hasil tes swab positif. “Saya benar-benar tidak menyangka jika termasuk orang tanpa gejala (OTG),” ungkapnya ketika ditemui KR, Senin (28/9). Selama ini ia tidak merasakan apa-apa dalam keseharian. Jangan-jangan, hasilnya salah, pikiran itu sempat terbersit.

Tidak ingin galau dengan pikiran dengan sendiri, ia-pun memutuskan untuk melakukan isolasi. Khawatir di rumah kurang maksimal, Pesantren Covid PP Aisyiyah dituju.

Ada benak yang bergejolak saat hendak memasuki Pesantren Covid. Bagaimana disitu, menjadi pertanyaan. Bertemu yang sudah dikenal, membuat perasaan tenteram. Bayangan isolasi hanya diam di kamar, seketika sirna. “Pesantren Covid PPA sudah memiliki jadwal dari ibadah sejak pukul 03.00 tahajud sampai subuh. Kemudian olahraga, setelah mandi dan sarapan, cek kesehatan sekitar pukul 09.00 – dhuhur menjadi acara pribadi,” ungkapnya yang diisolasi 10 hari sampai dengan Jumat (18/9) di bekas Gedung Kantor PPA. Usai ashar wajib olahraga lagi.

Usai magrib dilanjutkan kultum dengan pengisi para peserta pesantren, secara bergantian. Setelah makan malam, cek kesehatan malam, dilakukan kajian malam dengan ‘zoom meeting’. Dalam ‘zoom meeting’ ini, ujarnya, kita bisa bertukar pikiran dengan penyintas Covid-19 dipelbagai tempat yang dikelola Muhammadiyah. Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Aisyiyah pun menyapa kami. Narasumber pertemuan beragam. Ada dokter, psikolog, ahli gizi, ustad/ustadzah dan lainnya.

BERITA REKOMENDASI