Ada Limbah Tekstil, Kulit dan Rumah Tangga di Aliran Irigasi Karangnongko

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY memaparkan hasil laboratorium pada sample yang diambil dari saluran irigasi Karangnongko yang beberapa waktu terakhir dipermasalahkan warga. Hasilnya, ditemukan limbah dari tekstil, kulit hingga rumah tangga yang membuat aliran air berbau dan berwarna putih. 

Baca Juga: Sumur Tercemar, Warga Karangnongko 'Geruduk' DLH DIY

Kepala DLHK DIY Sutarto mengungkap pihaknya menemukan fakta hasil lab yang cukup menarik di mana pencemaran air bukan hanya berasal dari satu usaha saja. “Kami menemukan adanya limbah dari ayam, laundry, rumah tangga, kulit dan tekstil,” ungkapnya pada wartawan Rabu (31/7/2019). 

Namun begitu, DLHK DIY belum memberikan peringatan termasuk pada PT Samitex yang diduga warga Karangnongko sebagai penyebab utama pencemaran air di saluran irigasi tersebut. “Tapi PT Samitex sudah komitmen memperbaiki sanitasi air limbah agar bisa dimanfaatkan kembali digunakan di industri itu. Sementara kami belum memberikan sanksi, budaya Yogya kan diselesaikan dengan baik dulu, kita lakukan komunikasi baru kalau tidak ada upaya konkrit dilakukan upaya sesuai prosedur,” sambungnya. 

Perusahaan tekstil tersebut menurut dia meminta waktu hingga Desember 2019 untuk memperbaiki sistem sanitasi. “Kita harus sadar juga ini tak bisa instan, diperbaiki lingkungan langsung baik kan tidak. Harus ada proses, sampai Desember akan memperbaiki instalasi airnya,” ungkapnya lagi. 

Sementara koordinator warga Karangnongko, Waljito mengungkap pihaknya masih akan menunggu itikad baik pihak-pihak yang diketahui bersalah menyebabkan saluran irigasi tercemar. “Kemarin sudah ketahuan pihak-pihak yang membuat saluran kami tercemar. Kita sudah sepakat membuat forum komunikasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kita tunggu kelanjutannya dulu, nanti apakah tetap akan dibawa ke jalur hukum atau tidak ya warga akan berembug dulu karena kerugian yang dialami sudah lama sejak 15 tahun lalu,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI