Ada Pergeseran Jenis Kekerasan yang Melibatkan Anak

YOGYA (KRjogja.com) – Tindak kekerasan yang melibatkan anak kini mulai bergeser. Jika sebelumnya lebih kepada bentuk kekerasan fisik dan psikis, maka kini cenderung ke penelantaran yang mulai dominan. Hingga akhir tahun ini, kasusnya pun diprediksi akan meningkat dari tahun lalu.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogya Octo Noor Arafat mengungkapkan, pada 2014 lalu terdapat 52 kasus penelantaran anak. Kemudian di tahun 2015 naik menjadi 67 kasus. "Ada kecenderungan terus meningkat sehingga membutuhkan antisipasi kita bersama," ungkapnya di sela puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Yogya, Kamis (28/07/2017).

Pada peringatan kali ini diikuti seribu anak yang berusia di bawah 18 tahun. Sebagian di antaranya merupakan peserta lomba poster, videogram, mewarnai dan pidato ide kreatif. Di samping itu, KPMP Kota Yogya juga meluncurkan gerakan Siap Grak Antisipasi Kekerasan (Sigrak) yang tersebar di tiap kekerasan.

Octo menambahkan, Sigrak tersebut yang kelak akan melakukan upaya penanganan serta deteksi dini di masyarakat. Diakuinya, perhatian terhadap anak selama ini terkesan hanya dilimpahkan ke pemerintah serta lembaga swasta. Dunia usaha serta masyarakat pun didorong turut memiliki kepedulian.

"Sigrak ini beranggotakan para tokoh masyarakat dari kalangan anak, pemuda hingga orangtua. Mereka akan bersinergi dengan seluruh elemen yang ada di kelurahan untuk mengamankan anak dari kekerasan," urainya.

Salah satu pemicu tingginya kasus penelantaran anak tersebut ialah lunturnya nilai-nilai keluarga serta kepedulian sosial di masyarakat. Hal ini menjadi keprihatinan serius lantaran Kota Yogya sudah memiliki ratusan kampung ramah anak. Seharusnya, kampung yang sudah dinyatakan ramah anak mampu memberikan hak-hak anak secara baik.

Oleh karena itu, imbuh Octo, selain mensiagakan gerakan Sigrak pihaknya juga akan melalukan evaluasi keberadaan kampung ramah anak. "Jangan sampai kampung ramah anak hanya jadi label saja tanpa pengaruh apapun," tandasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI