Ada Yang Baru Pada Sistem PPDB SMP Kota Yogya 2019, Penasaran?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA. KRJOGJA.com – Dinas Pendidikan kota Yogya resmi mensosialisasikan Peraturan Walikota Yogyakarta No. 23 tahun 2019 terkait kementerian pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertam (SMP) sederajat tahun 2019. PPDB Tahun ini akan dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni jalur zonasi dengan kuota minimal 90 persen, jalur prestasi dengan kuota maksimal 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua dengan kuota maksimal 5 persen.

Pelaksana tugas Kepala Dinas pendidikan kota Yogya Budi Asrori mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya menetapkan sistem zonasi jenjang masuk SMP sederajat dalam PPDB. Dengan ketentuan untuk siswa yang beralamatkan sesuai Kartu keluarga (KK) yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya.

KK sendiri menurutnya dapat diganti dengan Surat Keterangan (Suket) domisili dari RT/RW. Namun, ketentuan mengenai KK ini berlaku untuk PPDB tahun depan, sementara tahun ini dapat menggunakan KK yang diterbitkan minimal 6 bulan sebelumnya.

Rencananya pelaksanaan PPDB 2019 akan dilakukan secara serentak, namun saat ini belum ditetapkan kapan waktu pelaksanaanya. "Rencananya bulan Juli itu belum pasti tunggu informasi selanjutnya," tutur Budi kepada para wartawan di gedung Kominfo balai kota. Senin (25/03/19) siang. Dalam aturan itu, juga disebutkan bahwa sekolah harus melaksanakan PPDB secara transparan dan mengumumkan daya tampungnya.

Jajaran Dinas Pendidikan kota Yogya memaparkan Penerimaan perserta didik baru tahun 2019 di gedung kominfo kota. (Foto: Evi Nur)

Budi menambahkan kuota PPDB masuk SMP zonasi dalam daerah sebesar 90 persen. Meliputi PPDB dengan bibit unggul sekolah dengan kuota paling banyak 10 persen dari seluruh daya tampung sekolah.

Kemudian PPDB dengan zonasi wilayah dengan kuota paling banyak 30 persen dari seluruh daya tampung SMP termasuk 2 persen bagi penyandang disabilitas. PPDB dari keluarga tidak mampu dengan kuota paling banyak 10 persen dari seluruh daya tampung SMP dan PPDB dengan zonasi mutu dengan kuota paling sedikit 40 persen dari seluruh daya tampung sekolah.

"Yang terbaru adalah sistem bibit unggul sekolah 10 persen diambil Berdasarkan siswa yang berprestasi dari kelas 4 meliputi Matematika, Ilmu pengetahuan alam, PKN dan B.Indonesia," pungkasnya. (ive)

 

 

BERITA REKOMENDASI