Adakan Rapimda, Kadin DIY Siapkan Kerjasama Internasional

YOGYA, KRJOGJA.com –  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Propinsi DIY akan mengadakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Senin (22/07/2019) mendatang di Hotel Sahid Yogyakarta yang akan membahas kebijakan strategis bagi dunia usaha. Salah satunya akan mengadakan kerjasama dengan 'Kadin' Jerman dalam pengembangan pendidikan vokasi dan pemagangan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin DIY HR Gonang Djuliastono didampingi beberapa pengurus Kadin DIY lainnya seperti Mirwan Samsudin Syukur, Sutapa SE MM sekaligus Ketua Panitia Rapimda, R Syarif Thalib, Deddy Suedi dan Rr Ferndri Devita Ssos MA saat bersilaturahmi dengan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat Wirmon Samawi SE MIB, Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani, SE, Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo Ssos, Direktur Umum Yuriya SE dan General Manager KRJOGJA.com Agus Purnama Cahyo Sakti, Jumat (19/07/2019) di Gedung KR Jalan Marga Utama. Ikut mendampingi pengurus Kadin DIY lainnya Jacky Latuperisa, Rifai Halim dan Eko WD.

Gonang menjelaskan Rapimda akan dihadiri Gubernur DIY Sultan HB X, Ketum Kadin Rosan P Roslani, kepala daerah di DIY dan seluruh anggota lainya. Dalam acara ini akan melakukan beberapa hal seperti pencanangan kerja mandiri, kerjasama dengan Kadin Jerman terkait proses pendidikan vokasi dan pemagangan kerja sehingga tenaga kerja yang dikirim bisa langsung bekerja sesuai dengan keahliannya.

"Kami juga ingin memperbesar ekspor, bukan hanya bahan baku namun barang jadi. Kadin DIY juga akan bekerjasama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna mengurangi pengangguran. Ke depan, pekerja Indonesia yang dikirim keluar negeri bisa langsung bekerja dan perusahaan disana tidak harus melatih lagi yang bisa mengganggu kinerja perusahaan," tandas Gonang.

Gonang mencontohkan Jepang dan Jerman membutuhkan pekerja siap pakai seperti perawat dan teknisi dengan pendapatan jauh lebih besar. Kondisi ini memberi peluang bagi Indonesia, terutama DIY sehingga harus dioptimalkan.

Sementara itu, Sutapa SE, MM menjelaskan rapimda 2019 merupakan kali terakhir dibawah pimpinan GKR Mangkubumi yang selanjutnya diadakan Musda di tahun 2020 guna mencari ketua Kadin DIY periode berikutnya. Hasil rapimda diharapkan bisa menjadi kebijakan strategis guna menghadapi revolusi industri 4.0. "Revolusi industri mau tidak mau harus diikuti dan diharapkan bisa menangkap peluang di dalamnya. Misalnya dengan kehadiran ojek online, industri kreatif dan rumahan DIY bisa tumbuh lebih baik lagi," paparnya.

Sutapa menambahkan kegiatan lain yang diadakan saat rapimda adalah bazar UMKM, konsultasi pajak hingga cek kesehatan modern atau tradisional secara gratis. Direncanakan Ketua Kadin akan menyampaikan arahan yang selaras dengan kebijakan pemerintah yang saat ini mendorong pertumbuhan di bidang komoditas pertanian. Hal ini akan memberi peluang kerjasama Kadin dengan instansi lainnya. (Tom)

BERITA REKOMENDASI