‘Dijewer’ Karena Salah Memberi Warna, Djayanti Kini Jadi Andalan Kreavi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Siapa sangka, Djayanti Aprilia (26) yang dulunya sempat ‘dijewer’ oleh sang guru akibat kesalahan memberi warna pada gambarannya itu kini menjadi ilustrasi digital andalan di Kreavi. Djayanti pun membeberkan kisah tak mengenakkan yang terus diingatnya meski sudah lebih dari 20 tahun lalu.

Menurutnya, kisah tersebut berawal dari masuknya ke salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di dekat rumahnya. Namun, terdapatnya dua tempat pendidikan di lingkungan yang sama membuat mereka saling membuat karakter tersendiri, termasuk dalam menggambar.

Sekolahnya mewajibkan seluruh siswa untuk memberikan warna kulit pada setiap gambaran dengan warna kuning dan sekolah satunya menggunakan warna krem. Kala itu, imajinasi tinggi yang ada dalam benak Djayanti membuatnya memberikan warna ungu pada wajah digambarannya.

Sontak, hal tersebut membuat sang guru merasa kesal. Tidak hanya dimarahi, Djayanti pun mengaku juga sempat ‘dijewer’ olehnya. “Dikasih rules sama guru sekelas harus kuning, tapi waktu itu aku warnainya pakai ungu terus gurunya dateng dan aku dijewer. Sekolah ini ciri khasnya badan kuning kamu ya harus kuning!” ujarnya.

Terlepas dari permasalahan tersebut, ternyata bergeraknya Djayanti di dunia kreatif sempat tidak mendapatkan restu dari orang tua. Setiap kali ingin menggambar, ia pun harus bersembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan. Namun, komitmen yang kuat membuat Djayanti terus berkarya diam-diam hingga tamat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dari awal orang tua juga enggak ngedukung, akhirnya dibebasin pilih jurusan ya waktu kuliah itu, tapi waktu aku bilang mau ke desain komunikasi visual mereka diem lagi,” terangnya.

Djayanti mengungkapkan, ketidaksetujuan orang tuanya itu didasari atas persepsi yang selama ini berkembang di lingkungan masyarakat, yaitu bahwa orang seni hidupnya tidak jelas dan sering mabuk-mabukkan. Meskipun begitu, ia terus berusaha memberikan bukti agar orang tuanya merestui.

Perjuangannya ternyata tidak sia-sia, kini orang tua Djayanti pun menjadi garda terdepan ketika anaknya terjun dalam dunia kreatif. “Sekarang suporter garda depan, sebenarnya mereka cuma butuh bukti aja,  kalau kita bisa komitmen dengan apa yang dipilih,” pungkasnya. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI