‘Guiding Block’ Kawasan Malioboro Banyak yang Hilang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembangunan yang ramah difabel belum sepenuhnya diimplementasikan di Yogyakarta, khususnya di tempat umum, seperti kawasan Malioboro. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk mewujudkan Yogyakarta yang ‘aksesibel’ di tahun 2024 nanti. Aksesibel’adalah derajat kemudahan dicapai oleh orang terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan.

Direktur Center for Improving Qualifed Activity in Live of People with Disabilites (Ciqal), Nuning Suryatiningsih menilai banyak hal yang perlu dioptimalisasi guna mendukung pembangunan inklusif di Malioboro. Nuning mencontohkan keberadaan guiding block saat ini banyak yang hilang dan menjadi tidak aksesibel bagi penyandang tunanetra.

”Pembangunan yang inklusif itu tidak mahal, salah jika ada persepsi pembangunan inklusif itu mahal. Guiding block contohnya, jika dulu dipasang dengan ubin, itu menjadi murah. Kalau sekarang, pakai sejenis aluminium jadi mahal, tetapi juga mudah copot,” ujarnya.

Banyaknya blok kuning yang hilang itu akan menyulitkan para tunanetra ketika sedang berjalan. (M-1)

 

BERITA REKOMENDASI