‘Paperless Trade’ Tingkatkan Perdagangan Lintas Batas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penerapan teknologi informasi dan komunikasi modern yang terjangkau berkelanjutan penting dilakukan. Penerapan tersebut sebagai kunci untuk membuat perdagangan lebih inklusif dan memastikan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global serta ekonomi digital yang berkembang pesat.

Hal itu ditegaskan Staf Ahi Bidang Hubungan Nasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward dalam konsultasi nasional bertajuk ‘National Consultative Workshop on Cross-Border Paperless Trade Facilitation’ yang digelar di Hotel Grand Aston Yogyakarta, Selasa (26/02/2019). Dalam konsultasi nasional yang digelar Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan United Nations ESCAP ini juga mensosialisasikan perihal perjanjian PBB tentang Cross-Border Paperless Trade Facilitation guna mempercepat pembangunan ekonomi.

"Negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia saat ini menghadapi tantangan penting ke depan, yakni penyederhanaan dan otomatisasi prosedur perdagangan internasional. Untuk itu harus ada langkah yang dilakukan pemerintah," jelas Dody Edward.

Dody Edward menjelaskan harus ada pembahasan mengenai fasilitasi perdagangan dan penyederhanaan prosedur perdagangan untuk mempertahankan daya saing perdagangan dan memungkinkan partisipasi efektif dalam perdagangan tanpa kertas lintas batas. Sebuah Perjanjian PBB baru yakni ‘Framework Agreement on Facilitation of Cross-border Paperless Trade in Asia and the Pacific' diharapkan dapat memberikan negara-negara Asia Pasifik alat baru dan digital dalam melengkapi implementasi yang lebih baik dari Perjanjian Fasilitasi Perdagangan WTO (TFA) dan pengembangan perdagangan lintas batas.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menyangkut beberapa hal penting. Langkah-langkah mengimplementasikan pertukaran data elektronik atau biasa disebut dengan langkah-langkah perdagangan nirkertas (paperless trade) banyak dijumpai dalam perjanjian perdagangan regional (RTA), termasuk Perjanjian Trans-Pasifik (TPP) dan ASEAN, khususnya dalam bab RTA tentang e-commerce yang didedikasikan untuk bea cukai dan fasilitasi perdagangan," terangnya.

Dody Edward memberikan contoh mengenal implementasi Asean Single Window yang diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan periode waktu yang disepakati. Apabila National Single Window dari 10 negara anggota ASEAN telah ditetapkan, kelancaran arus barang di ASEAN akan terwujud dan efisiensi tercapai sehingga manfaat akan dinikmati seluruh masyarakat.

"Konsultasi Nasional ini sejalan pula dengan mandat Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki ‘Dwelling Time’ beberapa tahun lalu. ‘Dwelling Time’, hal yang tak pernah lepas dari kegiatan perdagangan internasional tersebut dibenahi secara serius, termasuk dengan mengoptimalkan fungsi Indonesia National Single Window (INSW),” ujarnya.

Dody Edward menambahkan, kebutuhan dan peluang untuk meningkatkan kineria perdagangan ‘cross-border' atau lintas batas ini semakin nyata. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar seluruh insfrastruktur tersebut benar-benar dapat mempercepat ‘customs cleareace’ dan mengurangi ‘transaction costs’ bagi kalangan pelaku usaha.

ASEAN sudah berkomitmen untuk terus berusaha meningkatkan fasilitasi perdagangan dan melakukan digitalisasi prosedur perdagangan. Anggota ASEAN yang juga merupakan Anggota ESCAP dapat juga berpartisipasi dalam Framework Agreement on Facilitation of Cross-Border Paperless Trade, untuk meningkatkan perdagangan lintas batas nirkertas regional mengingat framework ini menyediakan referensi mengenai pilot projects information sharing, standar international serta model-model pelaksanaan yang bersifat best practices.

Penggunaan kertas menjadi elektronik telah memberikan peluang bagi negara-negara untuk dapat menyederhanakan proses perdagangan, meminimalisasi persyaratan dokumen, mengedepankan transparansi dan meningkatkan keamanan kegiatan perdagangan. Implementasi secara penuh perdagangan lintas batas nirkertas juga akan secara signifikan meningkatkan pendapatan dari perdagangan internasional atau regional. (Van)

BERITA REKOMENDASI