’Endog Abang’ Simbol Kelahiran

YOGYA (KR) – Endog abang atau telur merah selalu mewarnai gelaran Sekaten di Yogyakarta. Berbarengan dengan prosesi keluarnya gamelan Kraton (miyos gangsa), para penjual endog abang mulai menjajakan dagangannya di area depan Masjid Gedhe Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat hingga Grebeg Mulud.

Salah satunya, Mbah Cipto Sentono (72) warga Gesikan Sewon Bantul yang mengaku sudah berjualan endog abang di Sekaten sejak berusia 10 tahun.
Selain pasti laku dijual, Mbah Cipto juga ingin ngalap berkah dari berjualan endog abang. Satu endog abang dijual Rp 4.000.

Saat puncak perayaan Sekaten (Grebeg Mulud), ia mengaku bisa menjual 150 telur. "Menjual endog abang harapannya mendapat berkah," terang Mbah Cipto kepada KR, Rabu (7/12).

Dijelaskan endog abang adalah telur ayam yang direbus dan diberi warna merah dari teres, disajikan dengan cara ditusuk dengan bambu yang sudah dihiasi dengan hiasan kertas putih.

Budayawan Yogyakarta Muhammad Jazir ASP mengatakan, telur yang selalu ada di setiap gelaran Sekaten merupakan simbol kelahiran. Yakni untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (*/KR)

BERITA REKOMENDASI