“Wajah” Damai Malioboro 2009-2015 Dipamerkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Hendro Purwoko, seorang seniman lukis menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya dengan tajuk Sambang Sambung Malioboro 10-18 Desember 2019. 42 karya sketsa Malioboro dari tahun 2009 hingga 2015 ditampilkan yang membuat pengunjung bernostalgia ke masa berbeda pusat kota Yogyakarta tersebut.

Hendro Purwoko dengan cukup detail menangkap “jiwa-jiwa” Malioboro dalam sketsa-sketsanya. Sosok-sosok penghuninya seperti sais andong, tukang becak, penjaja kopi instant, pedagang cinderamata digambarkan.

Tak ketinggalan landmark Malioboro seperti Stasiun Tugu, Kantor Gubernur, Pasar Beringharjo, Ngejaman, Museum Benteng Vredeburg, Ketandan, Kawasan Sosrowijayan, maupun gedung-gedung di kawasan Titik 0 KM juga direkam secara apik dan artistik di tangan Hendro Purwoko. Suasana yang berbeda seperti demo buruh, angkringan, dan pasar klithikan juga tak luput dari pengamatan seniman tersebut.

Pameran ini merupakan bentuk tanggung jawab Hendro Purwoko sebagai seorang seniman yang selalu berproses kreatif dan menunjukkan idealisme serta eksistensinya. Pameran ini sekaligus menandai masa purna tugas Hendro Purwoko sebagai staff pengajar di Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta per 1 Oktober 2019.

“Saya ingin merayakan bersama keluarga, komunitas, teman-teman seniman dan semua yang menikmati karya seni. Saya coba menangkap Malioboro dari tahun ke tahun dan menuangkannya dalam sketsa,” ungkap Hendro Rabu (11/12/2019).

Romo Sindhunata yang juga hadir dalam pembukaan turut melempar apresiasi karena Hendro mampu menangkap Malioboro yang sunyi di tengah keramaian sebagai pusat kota dan perekonomian. “Karya-karya Hendro memperlihatkan Malioboro yang penuh cinta dan damai. Malioboro mencerminkan kembali Jogja yang memancarkan rasa damai,” ungkap Romo Sindhu.

Rangkaian kegiatan yang pertama adalah Pameran Karya “Meditasi Anak Milenium” yang memajang puluhan gambar hasil karya anak-anak yang mengikuti kegiatan menggambar rutin di Posnya Seni Godod. Pameran yang diikuti 23 anak-anak usia TK hingga SD ini juga menjadi penanda peringatan 1000 hari berpulangnya Puspitasari Darsono (Mbak Pipit), seorang sahabat yang menginspirasi kehidupan Hendro Purwoko untuk belajar meditasi dan segala variasinya, termasuk makan ala vegetarian.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan acara Sket Malioboro di sketchbook ukuran 14 x 14 cm bersama puluhan perupa. Selanjutnya pada Selasa Wage, 10 Desember 2019 diselenggarakan acara Melukis Bersama 100 Perupa di Kawasan Malioboro. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti lebih dari 100 pelukis yang berasal dari penjuru Nusantara dan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY, komunitas pelukis cat air (KOLCAI), Sanggar Bambu, Sanggar Sejati, dan kelompok seniman lainnya. Acara melukis bersama ini selain untuk nyengkuyung Pameran Tunggal Hendro Purwoko, juga untuk memperingati Hari HAM Sedunia dan mendukung program Selasa Wage.

Pembukaan pameran sendiri dilaksanakan Selasan (10/12/2019) malam dengan dihadiri rektor ISI Yogyakarta Prof Agus Burhan. Pameran tersebut dikuratori Prof M Dwi Marianto dan akan digelar hingga 18 Desember mendatang. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI