Afi: Apakah Berbahaya Mengajak Orang Beragama Berpikir Terbuka?

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ditengah pro dan kontra atas tulisan di media sosial Facebook, siswa SMA 1 Gambiran Banyuwangi, Asa Frida Inayah atau akrab disapa Afi datang menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Fisipol UGM, Senin (29/5/2017). Diskusi hangat dan menarik pun terjadi di Auditorium Fisipol Kampus Biru meskipun hampir sebagian besar yang datang memuji keberanian Afi menulis tentang keberagaman Indonesia meski puluhan ribu komentar hingga saat ini tak juga berhenti masuk ke notifikasi telpon pintar seharga Rp 600 ribu miliknya.

Di hadapan peserta diskusi, Afi secara tegas menyatakan tulisan-tulisannya di media sosial Facebook tak bertujuan memecah belah bangsa seperti yang disangkakan pihak yang kontra terhadap pemikirannya. Menurut dia, tulisan Warisan salah satunya dengan berbagai diksi didalamnya lebih pada mengajak pembaca berpikir tentang kebhinekaan Indonesia dan Pancasila yang seharusnya berada di pucuk paling atas memahami kesadaran berbangsa.

"Perpecahan bukan karena kebebasan berpikir tapi karena memaksakan pikiran kita pada orang lain. Di akhir tulisan, saya selalu mengajak pembaca berpikir bukan meminta mereka harus begini atau begitu, apakah begitu bahaya mengajak orang beragama berpikir terbuka," ungkap Afi diiringi tepukan peserta diskusi.

Terkait banyaknya pro dan kontra pada kolom komentar di tulisan-tulisannya, Afi yang berkisah sedang galau setelah diputuskan pacarnya mengaku santai dan selalu menyikapi hal tersebut dengan positif. Ia menilai, komentar baik pro dan kontra dalam sebuah hal adalah sesuatu yang wajar terjadi.

"Jujur saya ya marah dan sebal dengan cercaan orang dari seluruh pelosok negeri yang bilang saya liberal bahkan kurang mengaji. Tapi saya pelajari psikologis dan mengerti sebenarnya mereka bukan menyerang diri saya tapi mereka merespon penilaian mereka sendiri terhadap saya. Tak terlalu berpengaruh untuk saya karena saya berusaha memahami," lanjut siswi yang berniat masuk Fakultas Psikologi ini.

Dalam dialog tersebut, Afi juga mengajak generasi muda untuk berkarya bagi bangsa Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi Pancasila dan Kebhinekaan sebagai dasar Indonesia. "Kalau bahasan mudahnya, saya yang hidup di pelosok dan dengan keterbatasan tapi bisa berkarya. Kalau saya saja bisa mengapa anda tidak," imbuhnya tersenyum.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan keputusan mengundang Asa Frida Inayah adalah murni kegiatan diskusi yang sekaligus bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila. Menurut Erwan saat ini Indonesia khususnya generasi muda punya tantangan bagaimana mengelola keberagaman berlandas Pancasila.

"Afi ini jadi salah satu representasi anak muda yang berusaha merawat kebhinekaan itu Indonesia melalui tulisan dan buah pikirannya. Tantangan besar untuk kita semua memang dan sepertinya memang kita butuh sosok generasi muda yang berani bersuara untuk bangsa ini," ungkapnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI