Ahok Tersangka, Ini 7 Pernyataan Sikap PP Muhammadiyah

YOGYA (KRjogja.com) – PP Muhammadiyah Rabu (16/11/2016) siang menyampaikan sikap atas penetapan tersangka Basuki Tjahaya Purnama atau akrab di sapa Ahok atas dugaan penistaan agama. PP Muhammadiyah mengapresiasi langkah kepolisian yang akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka dan mendapatkan pencekalan ke luar negeri sembari menanti proses hukum lanjutan.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam temu pers di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (16/11/2016) menyampaikan langsung pernyataan sikap terkait keputusan penetapan tersangka yang dikeluarkan oleh Polri siang tadi. "Kami menyambut baik keputusan Polri dan menyampaikan pernyataan sikap PP Muhammadiyah menanggapi keputusan tersebut," terangnya.

Berikut 7 poin sikap Muhammadiyah terkait penetapan tersangka Ahok atas kasus dugaan penistaan agama:

1. Muhammadiyah percaya sepenuhnya bahwa penetapan tersangka saudara Basuki Tjahaya Purnama sebaga tersangka berdasarkan prinsip hukum yang adil dan objektif, yang telah diikhtiarkan dan dijalankan seoptimal mungkin oleh Kepolisian Republik Indonesia. Hal itu merupakan bukti tegaknya hukum dengan baik serta terjaminnta eksistensi Indonesia sebagai negara hukum.

2. Mengapresiasi komitmen presiden RI dalam mendukung sepenuhnya penegakan hukum atas kasus penistaan agama tersebut, serta dalam melakukan berbagai komunikasi dengan berbagai komponen bangsa sehingga tercipta stabilitas nasional dan terwadahinya aspirasi umat Islam yang keyakinan agamanya ternodai.

3. Memberi penghargaan tinggi pada Kapolri dan jajaran kepolisian yang telah menjalankan proses hukum dengan tegas, cepat, transparan dan berkeadilan. Diharapkan prosea hukum yang positif tersebut pada tahap selanjutnya tetap berjalan objektif dan seadil-adilnya.

4. Kepada seluruh warga negara Republik Indonesia hendaknya belajar dari kasus ini, bahwa agama adalah ajaran suci yang mutlak diyakini oleh pemeluknya serta harus dijunjung tinggi keberadaannya sebagaimana dijamin konstitusi. Karenannya siapapun harus menghormati setiap keyakinan beragama termasuk oleh pemeluk yang berbeda agama, dengan sikap luhur dan toleran. Bersamaan dengan itu hendaknya dijauhi segala ujaran dan tindakan yang dapat merendahkan, menodai, menghina, menista keyakinan luhur agama apapun yang hidup dan diakui sah hidup di negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan penduduknya dikenal religius.

5. Kepada umat Islam dan semua pihak dihimbau agar lapang hati menerima proses hukum tersebut, serta mengawal dengan seksama agar hukum tetap tegak pada proses selanjutnya di pengadilan.

6. Menyerukan kepada semua pihak elemen  bangsa untuk bersama-sama menjaga keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memelihara kebhinekaan, ketertiban, kedamaian, kebersamaan, toleransi dan suasana uang kondusif.

7. Mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mencurahkan energi dan perhatian optimal dalam melakukan kerja-kerja cerdas dan produktif untuk menjadi bangsa yang berkemajuan. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI