AHY Silaturahmi ke PP Muhammadiyah Bicarakan Persoalan Bangsa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Sabtu (03/03/2021). Kedatangan AHY ini tidak untuk membicarakan permasalahan politik yang sedang hangat kini, melainkan membahasa persoalan-persoalan bangsa serta solusi kedepan bagi negeri ini.

Dalam silaturahminya kali ini AHY diterima langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto. AHY juga sempat berbincang langsung dengan Buya Syafii Maarif walau secara virtual.

Didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio dan Ketua DPD PD DIY Heri Sebayang, AHY sampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa bersilaturahmi langsung ke Kantor PP Muhammadiyah. Beberapa waktu lalu AHY juga pernah bersilaturahmi di kantor PP Muhammadiyah Jakarta namun belum sempat bertemu Haedar Nashir.

“Diskusi tadi tentu terkait berbagai hal, terkait isu-isu di Indonesia, harapan kedepan, isu-isu kebangsaan. Yang jelas, kami sangat berterima kasih dan terus mengapresiasi atas sikap dan perjuangan Muhammadiyah yang ingin terus mengokohkan persatuan di negeri ini,” kata AHY dalam jumpa pers usai pertemuan.

Ada empat poin penting diungkapkan AHY dari hasil pertemuannya dengan PP Muhammadiyah, mulai dari menegakkan demokrasi, Pancasila, menjaga nilai-nilai keagamaan dan juga persatuan serta kemajuan. Dalam hal demokrasi, pesan Haedar Nasir seperti dikatakan AHY yakni bagaimana menegakkan demokrasi berpijak pada konstitusi yang berlaku di Indonesia.

“Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi, termasuk di masa pandemi ini. Jadi, harapannya ke depan kita bisa sama-sama merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku,” jelasnya

Tentang Pancasila, diharapkan idelogi ini tak hanya sekedar menjadi label untuk satu kelompok melawan kelompok yang lain. Justru Pancasila sebagai konsensus bersama dan mengakomodasi segala perbedaan serta keberagaman di negeri ini.

Sementara nilai-nilai keagamaan dan etika dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa serta bernegara harus terus dijaga. Segala upaya memecah belah persatuan harus dilawan sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terciota di negeri ini

“Jangan sampai seperti sejumlah negara di belahan dunia yang pernah menjadi negara besar kemudian runtuh berkeping-keping karena perbedaan yang dieksploitasi secara besar-besaran. Pertentangan antara identitas harus kita cegah jangan siapa yang menjadi benih-benih konflik yang berakibat pada perpecahan,” ujarnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI