Air Bersih DIY Terancam, Dewan Inisiasi Raperda

YOGYA, KRJOGJA.com – Kondisi sumberdaya air di DIY saat ini terbilang cukup mengkhawatirkan. Bukan hanya sisi kualitas yang jadi masalah, kini bahkan kuantitas air terus mengalami penurunan. 

Pembangunan infrastruktur hingga bencana alam menjadi penyebab utama menurunnya kuantitas air di DIY. Masyarakat pun kini mulai kebingungan memenuhi salah satu hajat hidup utama tersebut terutama ketika musim kemarau tiba. 

Baca Juga: Sumur Tercemar, Warga Karangnongko 'Geruduk' DLH DIY

Fakta-fakta tersebut mencuat dalam public hearing penyusunan Raperda DIY tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Kantor DPRD DIY Jumat (2/8/2019) siang. Beberapa warga dari Kota Yogyakarta, Kulon Progo hingga Gunungkidul ikut serta menyampaikan kondisi yang dialami terkait sumber air. 

Salah satu tim ahli penyusunan Raperda DIY tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, Tri Budi Utama mengungkap setidaknya pada 2017 lalu tercatat 2,9 miliar liter air digunakan oleh swasta untuk dijadikan air mineral yang nantinya dibeli masyarakat. “Sekarang ini kita di DIY lebih dari 50 persen air minum itu beli lho, jadi jangan salah kita perlu khawatir. Karena itu untuk keberadaan bahkan penerbitan perda (peraturan daerah) terkait sumberdaya air itu sangat penting dan perlu disegerakan,” ungkapnya. 

Baca Juga: Ada Limbah Tekstil, Kulit dan Rumah Tangga di Aliran Irigasi Karangnongko

Wakil Ketua Pansus Penyusunan Raperda tentang Pengelolaan Sumber Daya Air DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menyambung, saat ini dari hasil penelitian, sumber air di DIY sudah dicemari bakteri E-Coli. Tak main-main, kandungan di dalamnya bahkan mencapai angka 70 persen yang tentu saja perlu mendapat perhatian. 

“Bukan hanya persoalan kualitas saja, karena hampir tujuh puluh persen sumber air kita tercemar bakteri e-coli, namun dari sisi kuantitas pun bisa menjadi persoalan serius jika pengelolaan sumberdaya air tak dikendalikan, diawasi melalui sebuah peraturan. Dewan menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan dan dibuatkan payung hukum melalui Perda,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI