Aisyiyah Usulkan 2 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah dengan dukungan PP Muhammadiyah mengusulkan kepada pemerintah RI untuk mengangkat Hayyinah dan Moendjiyah sebagai Pahlawan Nasional. Menginat kedua tokoh perempuan Aisyiyah ini memiliki kiprah dan kontribusi penting dalam gerakan kebangkitan nasional dan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama tahun 1928.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Aisyiyah Dr Noordjanah Djohantini ketika menyampaikan pidato Milad ke-104 Aisyiyah secara daring dan luring yang berpusat di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogya dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (19/05/2021). Puncak Milad diikuti sekitar 7.000 anggota dan pengurus di Indonesia dan pelbagai belahan dunia yang lain.

Dikatakan, Aisyiyah bersama Muhammadiyah sudah memberikan kontribusi besar terbentuknya persatuan Indonesia sejak perjuangan kebangkitan nasional sampai saat ini. “Penting dicatat pidato bersejarah Ibu Hayyinah dalam Kongres Perempuan I tahun 1928 di Yogyakarta, beliau sudah menyatakan persatuan merupakan alat untuk mencapai tujuan utama seperti kebahagiaan, kesejahteraan dan kemakmuran. Jalan persatuan ditempuh melalui saling bergaul, berhubungan, memelihara persaudaraan, mendirikan perkumpulan dan membicarakan hal ikhwal yang perlu dilakukan bersama,” papar Noordjanah.

Tokoh Aisyiyah yang berpikiran maju ini selanjutnya menurut Noordjanah sudah tidak khilaf lagi bahwa damai, persatuan itulah suatu perkara. Perkara mana tentulah setiap manusia mengakui akan kebaikannya.

“Karena persatuan inilah suatu alat yang dapat menghasilkan maksud besar. Begitu pula menjadi sendiri bagi manusia untuk mencari bahagia, sejahtera, kesenangan dan kemakmuran,” tambahnya.

Pada bagian lain disebutkan bahwa merawat persatuan dan menebar kebaikan sebagimana tema Milad ke-104 ini di masa pandemi harus menjadi agenda semua komponen bangsa. Membuktikan bila semangaat taawun dalam beragama dan bergotong royong dalam bermasyarakat-berbangsa benar-benar di aktualisasi kan dalam kehidupan nyata.

Kini yang diperlukan dalam menebar kebaikan yang dilakukan dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, perempuan memiliki potensi dan peluang yang sama dengan laki-laki. Agenda menebar kebaikan ini menjadi pilihan strategis yang dilalukan melalui basis keluarga, masyarakat, kehidupan berbangsa dan kemanusiaan universal.

Keluarga sebagai unit terkecil memiliki peranan penting dalam menyemaiakan nilai-nilai kebaikan dan mempraktikkan dalam kehidupan nyata. Keluarga Sakinah sebagai orientasi kehidupan harus diaktualisasi dalam relasi anggota keluarga dengan akhlak dan muasyaroh bila ma’ruf, taat menjalankan agama, mengembangkan semangat dan berilmu, bekerja keras untuk kehidupan yang berkemajuan.

Juga menjadikan keluarga tandas Noordjanah sebagai fungsi penyambung relasi sosial yang mencerahkan dengan lingkungan sekitar yang membebaskan, memberdayakan dan memajukan. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI