Akhir Tahun, 15.000 Orang Bakal Padati Terminal Giwangan

YOGYA, KRJOGJA.com – Penumpang di Terminal Giwangan baik yang turun maupun hendak berangkat sudah terjadi peningkatan dibanding hari biasa. Saat akhir tahun, diperkirakan ada 15.000 penumpang yang akan memadati terminal tipe A di Kota Yogya tersebut.

Menurut Pengelola Administrasi Perkantoran Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Aji Fajar, puncak angkutan natal dan tahun baru terjadi Sabtu (21/12/2019) dan Minggu (29/12/2019). "Pada puncak angkutan tersebut perkiraan kami ada 15.000 penumpang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, trennya terjadi penurunan," ungkapnya, Sabtu (21/12/2019). 

Penurunan penumpang pada masa angkutan natal dan tahun baru selama dua tahun ini bisa mencapai 12 persen. Hal ini karena banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi lain, terutama kereta api hingga kendaraan pribadi. Apalagi saat ini di lintasan Jawa sudah terdapat jalan tol. 

Masa angkutan natal dan tahun baru di Terminal Giwangan ditetapkan pada 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Rata-rata penumpang yang datang mencapai 8.240 orang per hari. Sedangkan yang diberangkatkan jauh lebih banyak yakni 16.515 orang per hari. Mayoritas penumpang yang berangkat memiliki tujuan pendek yakni Cilacap dan Purwokerto. "Kalau untuk tujuan jauh kebanyakan ke Jakarta dan Surabaya," imbuh Aji. 

Kendati terjadi tren penurunan penumpang setiap tahun, namun sejumlah persiapan juga dilakukan. Antara lain dengan membuka posko kesehatan dengan pihak ketiga, memeriksa kondisi pengemudi serta memperbanyak volume pemeriksaan kendaraan sebelum diberangkatkan. Secara umum, jumlah petugas keamanan tidak akan ada penambahan. Pihaknya justru akan mengoptimalkan pengawasan melalui CCTV guna mendukung posko keamanan. 

"Baik bus yang masuk maupun penumpang, tidak dikenai retribusi karena aturan dari pemerintah pusat hingga saat ini belum kami terima. Terutama revisi penerimaan negara bukan pajak. Selama dua tahun ini tidak dipungut retribusi," tandasnya. 

Sedangkan perkiraan jumlah armada, untuk bus yang datang diprediksi naik tiga persen menjadi 891 bus per hari. Sementara bus yang berangkat dari Terminal Giwangan meningkat tujuh persen menjadi 943 bus per hari.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI