Akibat Pandemi Covid-19, Ekspor Produk Perikanan Terancam

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Akibat pandemi Covid-19, ekspor produk perikanan diperkirakan mengalami penurunan. Penurunan jumlah ekspor produk perikanan akan berdampak pada penghasilan pembudidaya dan nelayan.

Demikian dikemukakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari DIY, M Afnan Hadikusumo kepada KRJOGJA.com, Kamis (13/08/2020). “Pelaku bisnis perikanan bersama dangan pemerintah perlu melakukan ekstensifikasi perluasan pasar produk perikanan dengan meyakinkan negara tujuan ekspor baru bahwa seluruh proses yang dilakukan sejak penangkapan hingga pengolahan perikanan di Indonesia telah terjamin higienitasnya,” ujar Afnan.

Menurutnya, untuk memunculkan rasa percaya dari negara tujuan ekspor produk perikanan, yang akan diekstensifikasi diperlukan sosialisasi secara menyeluruh terkait standardisasi sehingga produk produk perikanan yang higienis dan tidak mengkhawatirkan konsumen terkait virus Korona.

“Skema stabilisasi harga ikan tingkat lokal. Harga ikan di tingkat lokal berpotensi mengalami penurunan yang signifikan akibat melimpahnya pasokan ikan karena terganggunya kran ekspor,” ujar Afnan.

Terkait persoalan tersebut, digelar Focus Group Discussion Aula Gedung DPD RI di Yogya, Rabu (12/08/2020). Dalam diskusi itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongka MSi mengatakan potensi perikanan tangkap di DIY sangat besar. Potensi perikanan tangkap di DIY sebasar 929.330 ton per tahun, namun produksi penangkapan sangat rendah yakni hanya 6.276 ton pertahun atau 0,675% dari potensi yang dimiliki DIY.

“Untuk ini pemerintah DIY terus melakukan program peningkatan produksi penangkapan dengan melakukan pelatihan, penyediaan sarana dan prasarana penangkapan ikan, di antaranya penyelesaian perpanjangan breakwater pembangunan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto Kulonprogo dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat serta pengembangan produksi garam, peningkatan produk dan efisiensi produk. (Jon)

BERITA REKOMENDASI